normaulia | don't do anything without thinking

Loading...
normaulia ~ don't do anything without thinking —

Review Drama Korea 2016 (Part 1) 14 Tuesday MAR 2017 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D RAMA, FILM

» LEAVE A COMMENT Hi everyone. Long time never write here. I’m really miss my blog but I don’t know why that I’m seem so busy now days, ahaha, having another activities rather than watching drama. I wanna make a review in English, but I don’t have enough confidence to write too long. So, I’ll switch on my Bahasa. Ada banyak drama yang selama ini sudah dipantengin, berusaha diselesein siih, masih saja belum ada review drama tahun 2016. Oh iya, review kali ini bakal lebih panjang biar gak terlalu penasaran, tapi untuk poinnya kembali sampai 5, too generous if I use 10 points, bukan siih, bingung aja. Ahaha. Let’s see. 1. Entertainer (SBS – 18 Episode) Bagi para newbie K-Pop-ers , drama ini cukup mewakili keingintahuan kalian bagaimana dunia k-pop on or off the record, terutama perjuangan para idol kalian dari agensi kecil tapi bisa survive di industri musik Korea walaupun sempat diperlakukan tidak fair. Maaf, bukan curhat, tapi memang benar lho. Di awal episode akan disuguhkan bagiamana Shin Suk Hoo (Ji Sung) yang menjadi seorang manager multi talent menangani rumor di antara artis di bawah Ktop entertainment, kress antara CEO dengan artis, permasalahan performance girl group atau boy group yang diharuskan bernyanyi live, dan sikut-menyikut di industri musik. Selain itu ada part persidangan Jo Ha Neul (CN BlueKang Min Hyuk) yang difitnah oleh temannya sendiri atas kasus kekerasan seksual yang tidak pernah dilakukan, kakak Ha Neul, Jang Geu Rin (Girls Day-Hyeri) tidak terima atas perlakuan tidak adil yang diterima adiknya juga muncul di episode awal. Kasus ini nantinya akan menjadi boomerang ketika Ha Neul masuk di dunia entertainment. Setelah dikeluarkan dari K-Top karena kasus yang dibuat-buat, Shin Suk Hoo yang masih ingin bertahan di industri musik, membuat “Mango Entertainment”, agensi yang didirikan bersama boy-group Jackson yang merupakan artis bentukannya, namun mereka berkhianat dan memutuskan memperbarui kontrak dengan K-Top. Di episode 2-6 Suk Hoo dibantu dengan dua orang temannya, Yeo Min Joo (Chae Jung An) dan Jang Man Sik (Jeong Man SIk), akhirnya bertemu dengan anak-anak bertalenta dengan latar belakang berbeda-beda yang nantinya akan dibentuk menjadi “ttanttara band/ ” atau “entertainer band”. Mereka adalah Jo Ha Neul – mantan narapidana kasus kekerasan seksual, Kyle (5urpise- Gong Myung) – mantan guitaris Juilliard (Amerika) yang bekerja part time mati-matian di Korea, Na Yun Soo (Lee Tae Sun) – seorang single daddy yang memiliki anak berusia 5 tahun (Na Chan Hee), dan Seo Jae Hoon (L.Joe) – mahasiswa Seoul University yang terobsesi dengan drum tapi tidak diijinkan ibunya. Di episode ke-7, mereka akhirnya debut, sayangya suara vokalisnya tidak live, dari situlah akhirnya ketidaktertarikan mulai bersemi *bahasanya ya . Tapi melihat bagaimana mereka berjuang mempertahankan band dan agensi patut diapresiasi, meskipun banyak halangan bahkan cacian dari pihak luar, namun mereka bisa sukses dengan kekuatan mereka sendiri. Ada rahasia yang belum terungkap atas kematian Jo Sung Hyun (Jo Bok Rae), kakak kandung Jo Ha Neul, yang selama ini diduga karena bunuh diri. Di drama ini juga diungkapkan tentang permasalahan copyright atas karya seseorang pemusik ternyata sangat berpengaruh, selain penghasilan, ketenaran juga menentukan, karena produktifitas singer-song writer dalam membuat lagu yang bagus nantinya akan menawan banyak penggemar yang menyukai karyanya. Over all ceritanya cukup menarik, dengan tingkat rekomendasi 3.5/5 2. Mrs. Cop 2 (SBS – 20 Episode) Setelah sukses dengan Mrs. Cop, kali ini SBS menayangkan seri lanjutan Mrs. Cop season 2 namun dengan kisah dan sebagian besar pemerannya berbeda dari yang pertama. Ekspektasi penonton tentu saja sangat besar mengingat drama pertama bisa membuat orang terkagum-kagum dengan akting dan karakter setiap pemainnya. Di akhir episode Mrs. Cop pertama, Park Jong Ho (Kim Min Jong) telah naik pangkat, sehingga kali ini dialah yang membawahi langsung team yang dipimpin oleh Kapten Ko Yoon Jung (Kim Sung Ryoung). Setelah team Mrs. Cop pertama telah bubar, kepolisian Seoul mencari kapten dan team yang baru untuk menggantikan, di saat itulah pimpinan Park Jong Ho merekomendasikan Kapten Ko yang baru saja kembali dari Amerika. Penampilan nyentrik yang kontras sekali dengan Kapten team lama membuat Park Jong Ho ragu dengan kemampuan Kapten Ko, selain itu Kapten Ko ternyata adalah istri dari Jaksa Park Woo Jin (Jang Hyun Sung). Misi pertama Kapten Ko adalah membentuk team yang harus dia cari sendiri dalam jangka waktu 2 minggu, dan akhirnya bertemulah dia dengan Oh Seung Il (2AM-Im Seulong), Shin Ye Ok (Son Dam Bi), Bae Dae Hoon (Lee Joon Hyuk), dan maknae Kang Sang Chul (Kim Hee Chan). Hey, di episode pertama juga sudah bertemu dengan Kim Beom yang kali ini perannya sungguh diluar dugaan dan membuat geleng-geleng kepala, dia menjadi psikopat yang kaya, CEO L Capital, Lee Ro Joon. Tidak hanya tegang, terkadang ada adegan lucu juga. Kasus pertama yang ditangani sudah melibatkan Ro Joon yang dicurigai menjadi tersangka. Senyum manis dan misterius Roo Joon sungguh membuat penasaran sekaligus sebal. Di episode 5, kesalahan Kapten Ko yang menjadi bumerang dalam menjalankan tugasnya mulai terungkap. Sebelum pergi ke Amerika, dia menangani kasus pembunuhan yang membuat seorang supir taksi menjadi tersangka, padahal pelakunya telah mengirimkan bukti kepada Kapten Ko untuk diungkap kebenarannya, sayangnya suami sang Kapten justru membakar bukti tersebut demi kenaikan pangkatnya. Sang Supir taksi akhirnya dibebaskan setelah mendekam di penjara selama 6 tahun, namun dia tidak mau memaafkan Kapten Ko. Kasus kedua yang ditangani adalah mengungkap kasus pencurian yang awalnya dianggap sepele. Kasus demi kasus mulai banyak ditangani Kapten Ko yang ternyata berhubungan dengan Ro Joon, mulai dari kasus penyelundupan ke China, kematian seorang waitress, percobaan pembunuhan saksi kematian waitress, mengarang kematian seorang bapak-anak, dan beberapa kasus lain yang selalu saja Ro Joon bisa lolos dari jeratan hukum. Kepintaran dan kelicikannya Ro Joon juga membuat Kapten Ko sangat bersemangat untuk membuktikan setiap kejahatan yang dilakukannya. Ternyata sebelum menjadi CEO L Kapital yang merupakan perusahaan warisan ayahnya, Ro Joon telah melakukan kejahatan kriminal, yakni membunuh ayah kandungnya yang ingin menyerahkan segala asetnya ke publik. Karakter yang kuat di semua pemain membuat penasaran walaupun kadang masih harus skip beberapa part karena episodenya terlalu panjang. Tingkat rekomendasi drama ini 4.3/5. 3. My Lawyer, Mr. Jo/Neighborhood Lawyer Jo Deul Ho (KBS2-20 Episode) Dengan rating yang cukup menarik dari awal hingga episode akhir menurut beberapa site, akhirnya memutuskan menonton drama yang berkutat dengan masalah hukum, jelaslah dari judul dramanya haha . Jo Deul HO (Park Shin Yang) awalnya adalah seorang Jaksa yang cukup ternama karena kepandaiannya masuk kejaksaan tanpa channel, alias dengan kemampuannya sendiri. Sedangkan mantan istrinya, Jang Hae Kyung (Park Sol Mi) adalah anak dari pemilik firma hukum ternama di Korea, Jang Shin Woo (Kang Shin Il). Mereka berdua bercerai setelah Jo Deul Ho terbukti menjadi tersangka atas kasus suap yang tidak mungkin dia lakukan, fitnah karena dia mengusut kasus CEO Jung (Jung Won Joong) yang ternyata di-backing-i oleh atasannya Shin Young Il (Kim Kap Soo) dan mertuanya. Setelah keluar dari penjara, dia sempat menjadi gelandangan, hingga akhirnya memutuskan untuk membuka firma hukum. Di kasus pertama, dia bertemu dengan Lee Eun Jo (Kang So Ra) yang menjadi pengacara lawan klien dari Mr. Jo. Kasus yang akhirnya diungkap oleh Mr. Jo dengan sangat unik dan tepat membuat Eun Jo tertarik dan akhirnya keluar dari firma hukum ternama, dia lebih memilih bergabung dengan firma kecil Mr. Jo. Kasus-kasus yang ditangani oleh Mr. Jo mengingatkan tentang kasus-kasus kecil di Indonesia yang dilakukan oleh orang miskin namun tidak mendapat pembelaan yang memadai hanya karena tidak bisa membayar pengacara handal. “Uang bisa membeli hukum”, mungkin itulah ungkapannya. Kalau di drama ini ada Mr. Jo yang mau membela orang-orang tersebut dengan bayaran yang mungkin tidak sesuai dengan perjuangannya, di Indonesia sepertinya juga butuh bibit-bibit seperti Mr. Jo yang pantang menyerah dan tak takut dengan siapapun asalkan dia tidak menyimpang dari aturan. Mantan istri Mr. Jo yang sebenarnya masih cinta dengan suaminya juga mendekat, berkat anak perempuannya yang masih saja menempel pada ayahnya. Dia juga menjadi pegacara setelah kembali ke Korea di Firma Hukum ayahnya, karena dialah nantinya yang mewarisi firma hukum tersebut. Cukup menarik drama ini, sayangnya episode yang terlalu panjang membuat penasarannya juga terlalu, hehe. Setelah mengetahui kebenaran atas kasus Mr. Jo yang membuat He Kyung semakin berharap kembali kepada Mr. Jo. Dia juga menginginkan Firma Hukum ayahnya harus berubah, tidak lagi memberikan backing-an kepada siaapapun, terutama para orang-orang kaya. Tingkat rekomendasi drama ini 3.7/5. 4. Cheese in The Trap (TVN-16 Episode) Drama awal tahun yang sangat populer baik di dalam maupun di luar Korea Selatan ini sangat menarik untuk ditonton, saya tak ragu memberikan poin 5/5 lho. Selain akting para pemain yang cukup menawan, kisah drama ini juga cukup bisa dijadikan pelajaran. Kisah seseorang yang pintar memang menarik, apalagi kalau kepribadiannya misterius, dengan tampilan cool dan ternyata kaya. Dialah Yoo Jung (Park Hae Jin), senior dari Hong Seol (Kim Go Eun) di kampusnya yang makin tenar setelah menyelesaikan wamil (Wajib Militer). Awal pertemuan mereka adalah ketika Hong Seol masih menjadi mahasiswa baru dan Yoo Jung Sunbae (senior atau Senpai di Jepang) melanjutkan semester 3. Buat kalian yang suka perhatian, eh memperhatikan orang maksudnya, pasti sedikit banyak tahu tentang bagaimana karakter seseorang walaupun hanya melihat sekilas atau bertemu sekali saja. Hong Seol dari awal telah curiga kalau ada yang tidak beres dengan sunbae-nya, benar saja dia mendapatkan masalah jika dekat dengan Yoo Jung, menariknya justru Yoo Jung sengaja mendekati Hong Seol. Dua bersaudara Baek In Ha (Lee Sung Kyung) dan Baek In Ho (Seo Kang Joon) adalah anak angkat dari Yoo Young Soo (Son Byung Ho) yang merupakan cucu dari professor yang selama ini dihormatinya, kedua orang tua mereka telah meninggal, sehingga saat kakeknya meninggal, mereka tidak punya siapa-siapa lagi. Ayah Yoo Jung tahu kepribadian anaknya hampir sama dengan dia, sehingga dia bermaksud mengubah anaknya dengan memberikan dua saudara, namun “buah jatuh tak jauh dari pohonnya”. Ketika kita disakiti orang lain, wajar kalau sakit hati dan pengen membalas, namun kategori balas dendamnya Yoo Jung ini cukup keterlaluan, dia tidak mau apa yang menjadi miliknya direbut oleh orang lain. Begitupun saat Baek In Ho yang sebelumnya telah bertemu dengan Hong Seol dan menjadi karyawan orang tua Seol di Rumah Makan milik keluarganya mulai menunjukkan tanda-tanda sukanya kepada Seol. Yoo Jung yang masih menyimpan luka atas kesalahan kecil Baek In Ho karena telah ngomongin di belakangnya dan Baek In Ha atas gaya hidup yang selalu memanfaatkan ayahnya, tidak tinggal diam. Dia berusaha untuk mempertahankan Hong Seol yang di episode 4 mereka akhirnya pacaran. Romance di drama ini asli tidak membosankan, walapun memang godaan Hong Seol dan Yoo Jung macam-macam. Baek In Ha juga tidak terima karena subsidi dari ayah Yoo Jung telah dihentikan, dia merencakan untuk terus mengganggu mereka. Ditambah teman Hong Seol yang iri atas hubungan mereka berdua juga terus membuat drama ini menarik walaupun mereka sempat putus-nyambung. Dibuat penasaran juga tentang kisah Baek In Ho yang memutuskan berhenti menjadi pianis kemudian kembali merajut mimpinya lagi. 5. Another Miss Oh (TVN-18 Episode+2 Episode Spesial) Kalau di TV korea tulisannya 15 (untuk tontonan 15th ke atas), tapi kalau di Indonesia asli gak setuju, harusnya 18, beda budaya ya (too many kiss scene here). Hehe. Drama ini berkisah antara dua orang perempuan yang memiliki nama sama namun dengan pribadi yang berbeda, mereka berdua bersekolah di tempat yang sama, bahkan satu kelas, yaitu Oh Hae Young (Seo Hyun Jin – main actress dan Jeon Hye Bin). Membatalkan pernikahan yang sudah diujung tanduk merupakan hal yang tidak pernah diduga sama sekali, apalagi waktu yang pembatalan adalah H-1. Bisa dibayangin kan bagaimana perasaan pasangan yg menjadi korban? Oh Hae Young yang talk-active dan pemberani adalah seorang asisten manager di sebuah restaurant (back office-perusahaan yang fokus di restaurant siih). Tunangannya adalah seorang pengusaha, Han Tae Jin (Lee Jae Yoon). Keduanya memutuskan untuk membatalkan pernikahan setelah Han Tae Jin memohon kepada Oh Hae Yeong dengan alasan perasaannya sudah berubah, namun bukan itu sebenarnya. Han Tae Jin saat itu terancam akan dipenjara, namun Oh Hae Young yang meminta agar alasan pembatalannya adalah karena dirinya. Penyebab dibalik itu adalah Park Do Kyung (Eric) yang salah sangka. Dia ditinggalkan oleh pacarnya Oh Hae Young1 (Jeon Hye Bin) –yang dimaksud Oh Hae Young adalah dia- saat hari H pernikahan mereka, namun Park Do Kyung salah sangka, mengira pacarnya akan menikah dengan orang lain. Penelitian yang kurang bukti membuat dia langsung saja membuat keputusan praduga bersalah, hingga dia merusak acara pernikahan orang lain. Ibunda another Oh Hae Young yang tidak tahan dengan sikap anaknya antara malu dan masih saja mengungkap masalah pembatalan pernikahan, mengusir anaknya dari rumah, maksud hati agar si anak mandiri. Hal itu yang akhirnya membuat Oh Hae Young ini menyewa sebuah ruangan tepat di samping kamar Park Do Kyung. Ruangan tersebut dulunya adalah ruangan tersembunyi ayahnya, namun si pemilik rumah menyewakan terpisah. Ada satu pintu yang menghubungkan antara kedua ruangan tersebut, dari sanalah nantinya kisah mereka menjadi rumit. Tapi di awal-awal episode hanya Park Do Kyung yang tau kisah sebenarnya. Di saat mereka berdua mulai memiliki perasaan satu sama lain, Oh He Young1 kembali, seperti sebelumnya, dia selalu mencuri banyak perhatian orang, dia bahkan bekerja di tempat yang sama, meskipun Direkturnya – wanita gila – adakah kakak dari Park Do Kyung, dia pasti tahu kisah diantara dia dan adiknya. Di Episode 8, Oh Hae Young kembali bertemu dengan sang matan, dan ia akhirnya meceritakan kisah pembatalan pernikahannya setelah Han Tae Jin, kalau dia selama ini dipenjara, tetapi dia masih belum tahu siapa dalangnya. Setelah Oh Hae Young dan Park Do Kyung benar-benar menyukai satu sama lain, di episode 11 kebenaran akan kisah batalnya pernikahan Oh Hae Young terungkap. Karena shock, mereka sempat putus dan terpisah, bahkan Oh Hae Young memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya. Tapi perasaan mereka tak bisa dibohongi, dan di episode 14 mereka balikan lagi. Kedua orang tua Oh Hae Young sempat tidak setuju padahal awalnya baik-baik saja, akhirnya tetap saja bisa ditebak akan kemana. Over all, tingkat rekomendasi drama ini adalah 4/5 karena masih saja ada part yang membuat bosan dan kudu disensor, hehe. 6. Lucky Romance (MBC – 16 Episode) Drama ini bercerita tentang seorang laki-laki genius yang memilikiIQ 200, Je Soo Ho (Ryoo Joon Yeol) dengan seorang perempuan yang percaya dengan tahayul, Sim Bo Nui (Hwang Jung Eum). Mereka berdua bertemu saat Soo Ho yang merupakan CEO Zeze Factory, – perusahaan IT- akan melakukan peluncuran game terbaru, namun mereka tak sengaja bertabrakan di depan toilet. Bo Nui membanting tulang bekerja untuk membiayai hidupnya dan adiknya yang koma di rumah sakit. Tahayul si Bo Nui ini sungguh keterlaluan sekali, dia sangat percaya dengan omongan dukun kalau dia tidak beruntung (unlucky), bahkan dia membawa jimat dan berbagai macam barang aneh pemberian dukun kemana-mana, yang membuat eneg itu ringtone HP-nya yang asli nggak kekinian, hehe. Di jaman dimana teknologi sudah canggih bahkan sudah banyak orang bisa pergi ke bulan, masih saja ada orang yang percaya tahayulnya luar biasa lekat. Kedua orang tua Bo Nui telah meninggal sehingga dialah yang harus menjaga adiknya Sim Bo Ra (Kim Ji Min), ketika adiknya kecelakaan dan masuk rumah sakit, di situlah awalnya dia bertemu dengan dukun itu, dia percaya dengan semua yang dikatakan sang dukun dan menghubung-hubungkan semua ketidak beruntungan dalam hidupnya, hingga akhirnya dia melakukan ritual aneh sesuai dengan saran dukun. Ada satu hal yang masih belum bisa dilakukan, yaitu bertemu dengan laki-laki yang lahir di tahun harimau (kalender china). Dibuat penasaran oleh Soo Ho yang sangat kaku dan rasional dalam menjalani hidup, bagaimana dia mengatasi ketidaklogisan sikap Bo Nui setelah mereka bertemu, Bo Nui mengetahui bahwa dia lahir di tahun harimau dan akhirnya Bo Nui juga menjadi karyawan di Zeze factory. Ibu Soo Ho ternyata juga langganan pergi ke dukun yang sama dengan Bo Nui. Di saat Bo Nui berusaha mendekati Soo Ho, sang dukun mengatakan kepada ibu Soo Ho bahwa anaknya sedang dekat dengan racoon yang membuat banyak masalah dan ketidak beruntungan, di saat itulah Bo Nui menyadari bahwa dialah penyebabnya. Drama Korea masih saja menyuguhkan perasaan masa kecil yang masih saja melekat meski telah terpisah bertahun-tahun lamanya, cinta pertama istilah di sana. Hehe. Dialah seorang atlet Tennis yang cukup terkenal Choi Gun Wook/Garry (Lee Soo Hyuk) yang kembali ke Korea untuk mencari ayah kandungnya setelah menetap lama di Kanada. Dia sengaja tinggal di sebelah apartmen Bo Nui yang dulunya adalah lokasi rumah masa kecil mereka, dia bahkan membayar sewa apartmennya saat mengetahui Bo Nui akan diusir karena tak sanggup membayar sewa yang menunggak. Antara tokoh utama saling terhubung. Manager Garry, Han Sol Hee (Lee Chung Ah), adalah mantan pacar Soo Ho saat kuliah, kemudian mereka putus. Jalan ceritanya cukup bisa ditebak, tapi pengen tahu juga siih bagaimana cara Je Soo Ho meyakinkan Bo Nui atas perilaku tahayulnya yang berlebihan, juga kisah lanjutan setelah adik Bo Nui akhirnya sadar kembali. Tingkat ketertarikan dalam menonton drama ini 3.2/5. 7. Cinderella and 4 Knights (TVN – 16 Episode)

Sesuai dengan judulnya, drama ini meneritakan tentang kisah Cinderella dan 4 kesatria yang memiliki kepribadian sangat berbeda. Ada yang menceritakan kalau kisahnya hampir mirip dengan BBF, namun yang ini di-package lebih ringkas. Kisahnya berawal dari seorang anak kelas 3 SMA yang berkeinginan untuk kuliah sehingga dia mati-matian bekerja part time, namun setelah uangnya terkumpul dia tidak bisa kuliah karena uangnya dipakai untuk membayar hutang pemakaman ibunya. Yang menjadi Cinderella itu adalah Eun Ha Won (Park So Dam). Dia akhirnya bertemu dengan Kang Hyun Min (Ahn Jae Hyun) di sebuah Club karena melihat aksi Ha Won mengantar pesanan pizza namun dipermalukan oleh customernya. Dari situlah Hyun Min yang terkenal sebagai play boy mencari tahu siapakah dia. Kisah Cinderella memang benar-benar terjadi di rumah Eun Ha Won, karena dia tinggal bersama Ibu dan Kakak tirinya dan diperlakukan semena-mena, ayahnya yang menjadi Supir Truk jarang pulang sehingga tidak tahu bagaimana nasib anaknya. Di pernikahan Kekeknya yang kelima kalinya, tiga sepupu yang merupakan cucu konglomerat Kang (Kim Yong Geon) datang untuk memberikan selamat namun dengan cara yang berbedabeda, meskipun awalnya mereka tidak mau datang. Hyun Min datang menyuruh Ha Won menjadi tunangan palsu agar nantinya Ha Won mendapatkan bayaran atas perannya tersebut. Lagilagi aksi Ha Won menarik perhatian banyak orang setelah membuat Hyun Min berlutut meminta maaf kepada kakeknya di depan orang banyak karena telah mempermalukan kakeknya saat hari bahagianya. Lalu siapakah 1 kesatria lainnya? Dia adalah sekretaris pribadi CEO Kang, Kakek 3 sepupu kaya, yang nantinya membawa Ha Won keuar dari rumah yang selam ini membuat dia tertekan. CEO Kang memeberikan penawaran kepada Ha Won untuk tinggal di Sky House dan akan memberinya uang juga biaya kuliah setelah dia menyelesaikan berbagai macam misi, tetapi ada 1 syarat yaitu dia tidak boleh memiliki perasaan kepada ketiga cucunya. 2 sepupu lainnya adalah Kang Ji Woon (Jung Il Woo) dan Kang Seo Woo (Lee Jung ShinCN Blue). Di saat Ha Won wisuda SMA, 3 sepupu itu datang dengan cara yang berbeda juga, hari itu juga kisah Hyun Min ditolak oleh Ha Won menjadi viral, maklum saja selama ini play boy tersebut tak pernah ditolak dan akhirnya dia malu tiada tara, bahkan tidak berani keluar kamar. Ada hal yang membuat terkesan yakni saat Ha Won harus membuat 3 sepupu tersebut datang di peringatan kematian ayah mereka. Saat tidak ada drama untuk ditonton, saya sarankan untuk menonton ini, meskipun kisahnya akan mudah ditebak, namun ada beberapa hal yang membuat penasaran, termasuk kenapa Hyun Min menjauh dari Park Hye Ji (Son Na Eun-A Pink), bagaimana cara Ha Won menaklukkan 3 sepupu yang bahkan tidak saling suka satu sama lain, dan juga hubungan antara Ji Woon dan Ha Won. Meskipun tidak boleh cinlok di Sky House, tapi karena kepribadian Ha Won membuat mereka bertiga menaruh hati. Memang mulai episode 8 mulai ada part yang bisa membuat bosan, tapi over all drama ini cukup menarik untuk ditonton 3.7/5 Sementara ini dulu, kalau tidak segera di uppload bisa bulukan ini review. Padahal sudah di-create sejak awal Desember tahun lalu. hehehe

Selamat menonton

Source: http://asianwiki.com/Entertainer_(Korean_Drama) http://wiki.d-addicts.com/Mrs._Cop#Season_2 https://www.viki.com/tv/30330c-neighborhood-lawyer-jo-deul-ho?locale=en http://wiki.d-addicts.com/Cheese_in_the_Trap http://asianwiki.com/Another_Miss_Oh http://asianwiki.com/Lucky_Romance https://g.co/kgs/DLCN70

Report this ad

Report this ad

Review Drakor 2015 (Part 2) 18 Thursday AUG 2016 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D RAMA, FILM

» LEAVE A COMMENT Masuk di part 2 nih, di postingan sebelumnya sudah ada 11 drama Korea yang sudah dijelaskan. Sehingga kali ini tinggal drama yang tersisa karena ada beberapa judul yang belum ditonton, maklum saja ya, kesibukan dan butuh waktu yang panjang untuk bisa menyelesaikan episode demi episode yang ada. Maaf kalau jaraknya lama dari postingan sebelumnya, sudah 80% jadi tapi lupa dan malas melanjutkan review. Cuss ke drama selanjutnya ^_^ 12. Hidden Identity (16 Episode + 1 Episode Spesial) Drama dengan genre cukup membuat orang penasaran plus was-was ini dibintangi oleh Kim Bum, duet Park Seung Woong-Lee Won Jong (di Remember) dan Yoon So Yi. Mereka ada tim investigasi di kepolisian yang khusus menangani suatu kasus. Meskipun mereka adalah polisi, anggota investigasi ini datanya tidak tercantum di kepolisian. Cukup tegang kala melihat adegan demi adegan karena perkelahian di sini sangat sering terjadi, biasalah polisi lawan penjahat. Cukup kagum dengan akting para pemain yang menunjukkan bagaimana kerja polisi dalam mengungkap kejahatan yang telah terstruktur. Melibatkan para intel untuk masuk ke team penjahat, bahkan nyawa pun dikorbankan guna mengungkap kebenaran, saluto! Strategi yang membutuhkan pemikiran cemerlang tersebut membuat saya terkagum-kagum. Rating drama ini 9.2/10. 13. Mrs. Cop (18 Episode) Bosan dengan drama bergenre mellodrama dan romance, nonton drama ini saja. Menegangkan dan memacu adrenalin saat para team polisi menangkap kriminal. Awalnya hanya pengen nonton karena ada Son Ho Jun yang berperan sebagai anak buah Kim Hee Ae yang berusaha mengubah hidupnya karena rasa bersalah tiada tara kepada pacarnya (yang meninggal karena berkorban untuknya). Selain itu ada Kim Min Jong yang menjadi teman dan atasan Kim Hee Ae dan Le Da Hee (partner Son Ho Jun). Drama ini membawa kita menjadi salah seorang polisi idealis yang sepenuhnya ingin mangabdi kepada negara dan masyarakat demi menegakkan kebenaran. Tidak ada yang bisa mempengaruhi identifikasi dan keputusan selain fakta dan bukti, benar-benar tipe polisi idaman lah. Ada yang menarik dari drama ini, di episode 16, Yoo Yeon Seok yang merupakan sahabat Son Ho Jun, mau menjadi cameo sebagai salah seorang dokter forensik. Over all, drama ini membuat saya cukup puas dengan rating 9/10. 14. Producer (12 Episode) Hey, ada drama yang katanya membosankan ternyata menyegarkan. Bukan hanya karena pemerannya yang cukup populer, tetap juga ide dan isi drama ini yang membuat saya terkesan. Buat kalian para pecinta Reality Show, seperti Running Man, 2 Days 1 Night, Cool Kiz on The Block, Show Time, atau program-program TV seperti Music Bank, M Count Down, dll bakalan tahu bagiamana kerasnya orang di balik layar yang bekerja untuk mencari ide di tiap episodenya. Kalau drama bisa booming karena penonton puas meskipun telah berakhir, lain halnya dengan reality show, mereka akan ditinggalkan oleh penonton karena kurang menarik, sehingga berakhir dan dilupakan oleh masyarakat. Pemeran drama ini adalah Cha Tae Hyun (sebagai Producer 2 Days 1 Night), Gong Hyo Jin (Producer Music Bank), Kim Soo Hyun (Producer baru KBS), dan IU (penyanyi). Menurut saya ratingnya 9/10. 15. She Was Pretty (16 Episode) Wanita memang cantik, namun tak semuanya sadar akan hal tersebut, begitupun dengan Hwang Jung Eum. Kali ini duet kembar Oh Ri Ohn dan Oh Ri Jin di drama Kill Me Heal Me yang menjadi pemeran utama, sikap Park Seo Joon pun menjadi kaku, tidak seperti drama sebelumnya. Tenang, masih ada Choi Si Won dengan karakter kocak yang mampu menghidupkan suasana. Park Seo Joon dan Hwang Jung Eum terpisah belasan tahun karena keluarga Park Seo Joon pindah ke Amerika. Dia kembali ke Korsel untuk mengurusi salah satu cabang majalah yang penjualannya semakin menurun, selain itu dia juga ingin bertemu dengan Hwang Jung Eum yang merupakan cinta pertamanya, gadis yang cantik dan populer di SD-nya kala itu. Sayang kini penampilan Hwang Jeung Eum tak sama seperti dulu, dia terlalu cuek dan kurang trendi, bahkan Choi Si Won memanggilnya “Jackson-Michael Jackson”. Drama ini cukup menarik untuk ditonton, ratingnya 8.7/10 ya. 16. Spy (16 Episode) Drama awal tahun 2015 yang dibintangi oleh Kim Jae Joong (JYJ) ini cukup menguras pikiran karena pemirsa dituntut untuk turut berpikir. Spy di sini adalah ibu dari Jae Joong, Bae Jong Ok, sebenarnya adalah orang Korut yang ditugaskan menjadi mata-mata. Sedangkan Yoo Oh Sung adalah atasan ibunya Jae Joong, dia menginginkan Jae Joong lah yang bekerja untuknya, tapi ibu mana yang mau mengorbankan anaknya menjadi seorang spy? Ibu dan ayah Jae Joong benar-benar melindungi kedua anaknya agar tidak tahu dan tidak terlibat dengan Yoo Oh Sung. Sayangnya spy di drama ini tidak hanya satu, kepercayaan antar manusia memang mudah goyah. Rating drama ini 7.3/10 17. Twenty Again (16 Episode) Siapa bialng ibu-ibu rumah tangga tak bisa kuliah? Selama ada kemauan, pasti ada jalan *sok bijak :D. Drama ini mengisahkan tentang sebuah keluarga, sang ayah adalah seorang dosen di salah satu universitas, sedangkan istri dan anaknya akan kuliah di kampus yang sama dengan sang ayah. Namun, istrinya kuliah diam-diam, tidak ingin diketahui oleh anak dan suaminya. Keinginannya untuk bisa kuliah sangat berliku hingga akhirnya dia baru bisa merasakan kehidupan kampus di usia pertengahan 30, di saat teman sebayanya sudah menjadi dosen. Pemeran utama drama ini adalah Choi Ji Woo dan Lee Sang Yoon. Untuk rating drama 7/10 18. Warm and Cozy (16 Episode) Kedua tokoh utama awalnya bertemu di Pulau Jeju saat Yoo Yun Suk mengadakan pesta ulang tahun di hari yang sama dengan Kang So Ra, pertemuan yang telah direncanakan sebab Kang So Ra menemukan foto mendiang ayahnya dengan ibu Yoo Yun Suk. So Ra mengira bahwa Yoon Suk adalah saudara kembarnya, bahkan mereka memiliki kebiasaan yang sama. Namun ternyata itu hanya kebetulan, sebenarnya Kang So Ra yang nge-fans dengan Yoon Suk karena kepopulerannya. Beberapa tahun kemudian mereka tidak sengaja bertemu di bandara, mereka berdua akan melakukan perjalanan ke Pulau Jeju. Yoon Suk memiliki sebuah resto di sana, sedangkan So Ra mempercayakan adiknya menyewa tempat untuk membuka restaurant tapi sayangnya dia ditipu oleh adiknya sendiri. Yang menghidupkan suasana dengan tingkah kocaknya adalah Sersan Kim Sung Oh. Ratingnya 7.6/10 19. Who Are You – School 2015 (16 Episode) Sudah jelas bahwa kisah drama ini adalah di sekolah. Lee Eun Bi adalah seorang gadis yang pandai nemun dia adalah korban bullying di sekolahnya, dia terlalu pendiam dan mengalah dengan perlakuan kasar teman-temannya hingga akhirnya dia memutuskan untuk terjun ke sungai sebagai pelarian atas masalahnya. Sebaliknya Go Eun Byul adalah gadis yang cerdas, populer dan cukup straight dalam menyikapi permasalahan. Mereka berdua adalah saudara kembar yang terpisah bertahun-tahun, karena Go Eun Byul telah diadopsi. Go Eun Byul yang tahu akan keadaan adik kembarnya merasa kasihan, dia menyelamatkan aksi bunuh diri Lee Eun Bi kemudian menghilang selama beberapa bulan. Si kembar tersebut diperankan oleh Kim So Hyun dengan cukup excellence. Go Eun Byul tidak terima atas perlakuan salah seorang teman adiknya yang sungguh diluar batas itu membuat dia mencoba membalas dendam dengan cara yang cantik, tidak dengan kekerasan tetapi memberikan pelajaran yang berharga bahwa bullying itu tak seharusnya dilakukan di sekolah yang notabene tempat untuk menimba ilmu. Drama yang cukup menarik perhatian saya kala itu, sehingga ratingnya 8.7/10 20. Yong Pal (18 Episode) Kisah si miskin dan chaebol kembali diangkat dalam drama ini, namun si miskin adalah seorang dokter panggilan yang dibayar untuk bisa mengobati pasien di luar rumah sakit. Dia membutuhkan banyak uang guna membiayai operasi sang adik. Ini bukan kali pertama Joo Won memerankan seorang dokter, tapi drama ini menunjukkan kemampuan dokter yang cukup menawan dalam mengatasi keadaan pasien. Dia juga cukup sering melakukan operasi meskipun di luar meja operasi. Saya juga baru tahu ternyata pisau bedah scalpel itu memiliki nomor seri, sehingga pembeli/pemiliknya terdaftar. Joo Won yang cerdas tahu bahwa ada seorang putri pemilik rumah sakittempat dia bekerja, Kim Tae Hee, yang dirawat di ruangan khusus. Pada suatu hari Joo Won terancam tertangkap polisi karena profesinya sebagai dokter panggilan adalah ilegal. Hal tersebut membuat atasannya tertarik untuk menjadikan dia sebagai salah satu team dokter yang menangani Kim Tae Hee, tapi dia harus meninggalkan ruang operasi. Awalnya cukup menarik, entah karena apa saya jadi merasa bosan saat masuk episode 10 ke atas. Rating maaf ya 6.8/10 21. D-Day (20 Episode) Baru ingat kalau masih ada drama yang sudah ditonton dan ternyata masih belum masuk di list ini. Drama fantasi yang juga mengangkat tentang dunia para dokter ini cukup menarik perhatian. Jepang memang terkenal dengan bencana gempa bumi, bagaimana dengan Seoul? Apa yang terjadi apabila Ibu Kota Negara Korea Selatan dilanda gempa bumi yang belum pernah sekalipun terjadi. Banyak orang yang tidak percaya apabila hal tersebut terjadi. Mitigasi bencana, evakuasi korban, dan pemulihan ekonomi masyrakat benarbenar sangat dibutuhkan. Penanganan korban secara medis tentu menjadi prioritas, kalau rumah sakit pemerintah dana disokong oleh pemerintah, kalau rumah sakitnya swasta? Konflik antara para dokter yang ingin membantu menangani para korban bencana dengan orang-orang di rumah sakit yang masih saja menginginkan keuntungan meskipun kota masih dalam keadaan darurat yang menjadi sorotan drama ini. Awalnya menonton drama ini karena salah satu pemerannya yang menjadi intern di rumah sakit tersebut, tetapi pemerannya memang cukup bagus Kim Young Kwang (Lee hae Sung) dokter idealis yang benar-benar totalitas mengamalkan ilmu dan keahliannya, Jung So Min (Jung Ddol Mi), Ha Seok Jin (Han Woo Jin), Yoon Joo He (Park Ji Na), Lee Sung Yeol (Ahn Dae Gil), dlsb juga berperan dalam pertolongan pertama tersebut. untuk ratingnya 8/10. Sekian review drama korea tahun 2015 kali ini, tetap mencari makna di balik tontonan kita ya. Smeoga bermanfaat ^_^ Sumber: http://wiki.d-addicts.com/List_of_Dramas_aired_in_Korea_by_Network_in_2015 http://www.koreandrama.org/the-best-korean-drama-of-2015/ https://www.dramafever.com/drama/4743/Hidden_Identity/ http://asianwiki.com/Hyde_Jekyll,_Me http://wiki.d-addicts.com/Mrs._Cop https://www.dramafever.com/drama/4757/Mrs._Cop/ http://www.dramabeans.com/2015/04/producers-playful-partner-go-round-posters/ http://smeaker.com/hiburan/20595/kantongi-rating-tinggi-drama-she-was-pretty-tampilkan-kecantikan-hwang-jung-eum-sesungguhnya/ https://www.viki.com/tv/26316c-spy https://www.dramafever.com/drama/4763/Twenty_Again/ http://www.kodhit.com/school-2015-who-are-you https://www.dramafever.com/drama/4748/Yong_Pal/ http://wiki.d-addicts.com/D-Day http://www.hancinema.net/korean_drama_D-Day.php

Review Drakor 2015 (Part 1) 24 Wednesday FEB 2016 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D RAMA, FILM

» LEAVE A COMMENT Aaah, lagi-lagi drama Korea. Disuruh berhenti? iya pernah saat ibunda masih ada dulu, beliau selalu mengingatkan untuk memperhatikan waktu dalam setiap aktivitas. Mengapa? Karena waktu tak bisa diputar kembali, ia akan terus berjalan walaupun kita tak menginginkannya. Ada lagi pesan beliau yang mengena: “Penyakit, lek gendheng iso diobatno. Tapi lek nggendhengi ikuh angel, nduk!” Maksudnya, ketika kamu gila, jelas itu penyakit yang bisa ditangani oleh dokter SpKJ (Spesialis Kejiwaan). Tetapi kalau tergila-gila, itu sulit mengobatinya kalau tidak dari diri sendiri. Back to the drakor. Menonton drakor memang membutuhkan waktu yang lama, jadi kudu pilih-pilih drama yang benar-benar bagus agar tidak merasa membuang-buang waktu. Juga yang bisa dijadikan pelajaran. Ingat, orang cerdas selalu memetik hikmah disetiap kejadian! *sok bijak haha :D. Langsung saja, ini beberapa Drama Korea tahun lalu (dalam list d-addict ada 108) dengan personal rating sampai 10 biar tak terlalu pelit :). Oh iya, kalau terbit 2014 tapi selesai di tahun 2015 itu tak termasuk di list ya. Check di postingan sebelumnya saja ^_^. 1 A Girl Who Sees Smells (16 Episode) Drama yang dibintangi oleh Park Yoo Chun dan Shin Se Kyung ini menceritakan tentang seorang perempuan (Oh Cho Rim) yang tahu aroma yang menempel, bukan dengan indera penciuman alias hidung, tetapi dengan matanya. Jadi, aroma tersebut tampak, seperti lavender atau jasmine yang terlihat bermunculan pada benda yang disentuh atau disemprotkan aroma tersebut. Saat mendownload butuh waktu yang lama karena ukurannya yang terlalu besar, akhirnya tak bisa melanjutkan sampai akhir. Bagus sebenarnya, karena Yoo Chun sih, bahkan di salah satu web terpilih sebagai top 10 drakor pilihan pemirsa. It was amazing, right?! Di awal waktu melihat memang cukup menarik, mungkin ratingnya 7.5/10 untuk drama ini 2. Angry Mom (16 Episode)

Bullying memang sangat mengkhawatirkan apalagi kalau sampai memakan korban, tidak hanya di Indonesia, di Korea selatan juga. Hal tersebut membuat seorang ibu yang tak rela anaknya menjadi korban bullying teman-temannya memutuskan untuk menyelidiki sendiri, alias terjun menjadi siswa SMA (lagi). Memang sangat tidak mungkin, tapi namanya film, everything become possible. Drama ini diperankan oleh Kim Hee Sun sebagai ibu, Ji Hyun Woo sebagai guru wali kelas yang jatuh hati pada Kim Hee Sun, dan Kim Yoo Jung sebagai sang anak korban bullying. Awal dari kejadian itu karena seorang siswi mengetahui rahasia guru laki-laki yang dikenal sebagai seorang yang berwibawa. Banyak kejadian-kejadian yang mungkin diluar nalar, tapi hal tersebut mungkin saja terjadi di kalangan pelajar saat ini. Seorang siswa yang menjadi anggota gang mafia, kemudian dia menjadi mata-mata dan “pesuruh”, menuruti perintah siapapun itu yang mampu memberi uang, bahkan menghilangkan nyawa (na’udzubillah). Korupsi dan isu-isu politik juga terlibat di dalam drama ini. Kalau bisa yang menonton para dewasa saja yang mempunyai saudara masih sekolah, namun ratingnya 7/10 karena ada beberapa part yang tak perlu di-share ke pemirsa. 3. Hyde, Jekyll, Me (20 Episode) Drama ini dibintangi oleh Hyun Bin yang memiliki beberapa karakter dalam dirinya, jadi semacam ada kelainan yang bisa terjadi karena adanya traumah atau hal-hal lain, juga oleh Han Ji Min. Karena drama ini punya saingan yang lain, saya memutuskan untuk menonton saingannya yang lebih populer hehe :). Jadi belum bisa memberi penilaian apalagi rating. Maaf 4. I Have a Lover (50 Episode) Ji Jin Hee kali ini tidak memerankan seorang raja dari Joseon, tetapi seorang suami dari Do Hae Gang (Kim Hyun Joo) dan menjadi peneliti laboratorium. Jin Hee ssi yang saat itu kecewa terhadap istrinya malah jatuh cinta lagi dengan mahasiswanya yang diperankan oleh Park Kan Byul. Karena dramanya cukup panjang, jadi permasalahannya sungguh complicated. Bagus dan cukup menarik untuk ditonton, namun karena episode cukup panjang dan baru selesai akhir bulan Februari 2016 membuat penonton harus menunggu cukup lama. Di sini, Do Hae Gang punya saudari kembar Dokgo Yong Gi yang memiliki karakter sangat kontras. Mereka berdua juga tidak pernah bertemu sejak kecil karena Hae Gang ssi dibesarkan oleh sang Ibu dan Yong Gi ssi dibesarkan oleh ayah dan neneknya. Komunikasi dan kejujuran di sini sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan hubungan antara kedua tokoh utama. Untuk ratingnya 7.9/10, mau kasih delapan tapi saya belum selesai nontonnya apalagi dicepetin pula waktu nonton, nggak berani deh hehe. 5. Kill Me, Heal Me (20 Episode)

Ini nih drama kembarannya Hyde, Jekyll, Me. Drama ini diperankan oleh Ji Sung yang mempunyai 5 kepribadian karena trauma masa lalu. Ketika dia menjalani satu kepribadian (misal jahat), dia tidak mengingatnya sama sekali telah melakukan apa saja. Karena itu dia bercerita kepada seorang dokter yang sangat dipercaya (karena dokter tersebut tidak menceritakan kepada Neneknya). Ji Sung kemudian bertemu dengan Hwang Jung Um yang memiliki saudara kembar bernama Oh Ri Ohn (Park Seo Joon). Hwang Jung Um adalah seorang pskiater yang kemudian tahu bahwa Ji Sung mempunyai banyak kepribadian, hingga akhirnya dia berusaha untuk bisa menyembuhkannya. Ada banyak adegan lucu di sini, jadi saya benar-benar menikmati. Pantas kalau drama ini nomor 3 dari top 10 pilihan pemirsa di seluruh dunia. Setiap orang ada yang pernah merasakan trauma dalam hidupnya, namun dalam hal ini bagaimana kita bisa mengatasi setiap kejadian tersebut agar tidak mengganggu masa depan, juga orang-orang di sekitar. Ratingnya 8.5/10 ya ^_^ 6. Oh My Ghost (16 Episode) Latar drama kali ini adalah dapur, Park Bo Young menjadi asisten Chef Jo Jung Suk adalah seorang pemalu dan pendiam, dia juga bisa melihat hantu. Karena kemampuannya tersebut membuat orang-orang di sekitarnya menjadi takut. Seorang hantu yang diperankan oleh Kim Seul Gi merasuki tubuh Park Bo Young, mereka berdua memiliki kepribadian yang sangat berbeda sekali. Saat dirasuki oleh Kim Seul Gi, Park Bo Young akan dengan mudah mendekati Chef, tapi saat dia tidak dirasuki, dia kembali menjadi seorang pemalu. Drama ini bukan hanya memperlihatkan tentang kisah cinta lokasi chef terhadap asistennya saja, tetapi bagaimana pribadi seseorang bisa berubah atas keinginannya sediri. Apabila ingin tetap baik, maka dia harus selalu jujur apapun yang terjadi, sebaliknya ketika ada sedikit saja keinginan buruk dan pertahanan diri tidak kuat, maka keburukan tersebut akan menyelimutinya. Rating drama kali ini adalah 8,3/10. 7. Oh My Venus (16 Episode) Awalnya pengen nonton drama ini karena nge-hits, maklum tokoh utamanya adalah So Ji Sub dan Shin Min Ah, aktor dan aktris kawakan lah. Ternyata drama ini dikemas cukup menarik karena adanya Henry Lau (anggota SuJu M) yang menghidupkan suasana menjadi ceria, dia menjadi manager petinju yang sedang naik daun, Sung Hoon. Mengikuti episode demi episode guna meniru cara sehat coach So Ji Sub membantu menurunkan berat badan Shin Min Ah menjadi normal. Menjadi sehat itu memang anugerah, tetapi menjaga kesehatan/kebugaran itu pilihan kita, olah raga kan kebutuhan jasmani :). Kalau pada bosan dengan cerita chaebol alias orang kaya raya, siap-siap di skip adegannya, banyak yg bisa ditebak menurut saya. Tapi keseluruhan lumayan bagus sih, ratingnya 8.2/10 ya. 8. Orange Marmalade (12 Episode) Boice mana suaranya?? Hahaha, kali ini drama vampire yang diperankan oleh Lee Jong Hyun (CN Blue) dan Seolhyun (AOA) juga manusia biasa Yeo Jin Goo. Ketika jaman dulu vampire hanya meminum darah manusia, kini ada terobosan baru, mereka bisa meminum darah hewan juga alias bisa minta di tukang jagal hehe :). Yeo Jin Goo yang manusia biasa menyukai Seolhyun, tapi awalnya dia tidak tahu bahwa Seolhyun adalah seorang vampir, dia bahkan membenci ibundanya yang menikah dengan seorang vampir. Agak bingung memang buat penggemar webtoon yang kemudian nonton dramanya, dari jaman modern mereka kembali ke jaman Joseon. Di sini para vampir benar-benar menjaga komunitasnya, mereka tidak mengganggu kehidupan manusia, macam toleransi begitulah. Dramanya ber-background SMA sih, tapi menurut saya tak cocok ditonton anak SMA, jadi ratingnya 7.8/10. 9. Remember – War of The Son (20 Episode) Drama yang ketika tayang perdana ratingnya hampir ada di puncak ini memang sangat meraih perhatian pemirsa, pasalnya pemeran utama, Yoo Seung Ho, baru saja keluar dari wamil Desember tahun 2014 lalu. Remember menceritakan tentang kisah seorang anak yang memiliki ingatan sangat kuat, bahkan hanya dengan melihat sekilas. Dia tinggal bersama sang ayah, Jun Kwang Ryul, yang makin pelupa dari hari ke hari hingga pada suatu hari ada kejadian yang membuatnya difitnah menjadi pembunuh anak tetangganya sendiri. Keluarga yang bisa disebut pas-pasan tersebut tidak memiliki pembela karena tidak sanggup membayar pengacara. Hal tersebut membuat Yoo Seung Ho bersemangat dan melakukan apapun demi sang ayah, akhirnya dia bertemu dengan Pengacara Park Dong Ho (Park Sung Woong), sayang di akhir sidang pengacara tersebut tidak membela dengan tuntas yang mengakibatkan ayah Yoo Seung Ho dijatuhi hukuman mati. Dunia hukum yang ditampilkan di drama ini sangat gamblang, saya jadi tahu bagaimana jalannya persidangan, pembelaan, banding, dll. Namun, dibalik itu ada uang, koneksi dan kekuasaan yang berpengaruh terhadap keputusan hukum, semacam “hukum bisa dibeli”. But the innocent never give up till the end. Rating drama ini menurut saya 9/10, benar-benar menarik untuk ditonton :). 10. Sassy, Go Go a.k.a Cheer Up (12 Episode)

Lagi-lagi kisah anak SMA. Drama ini menceritakan tentang para ansos (anti sosial) dan easy going student. Para ansos itu mereka yang tergolong anak-anak pintar dengan IQ excellence, doyan belajar meski tidak semuanya untuk merealisasikan mimpi karena ada beberapa yang terkena sihir orang tuanya, saking ngototnya ortu itu. Sedangkan golongan satunya adalah para siswa dance club yang suka berisik memutar lagu nge-beat dan cenderung mudah bergaul. Di sini, uang dan koneksi kembali berbicara, mereka yang punya hubungan kuat dengan kepala sekolah dan memiliki uang banyak bisa dengan mudah mengatur kegiatan siswa. Kasihan sekali mereka yang ingin memanfaatkan masa remaja dengan hal-hal yang menyenangkan menjadi terganggu dengan situasi sekolah seperti itu. Pemeran utama drama ini adalah Jung Eun Ji sebagai ketua Real King Club (dance) dan Lee Won Geun ketua Baek Ho Club (excellence student). Cukup menarik untuk ditonton, tapi tetap ambil yang baik-baiknya ya ^_^. Rating 8.0/10 11. Scholar Who Walks The Night (20 Episode) Para penggemar Lee Jun Ki dan Shim Chang Min (DBSK) pasti menantikan drama yang lagi-lagi historical, meskipun dibumbui oleh romance, saya kurang begitu tertarik. Dengar-dengar ratingnya cukup bagus untuk drama ini, entah karena ada Kim So Eun dan Lee Yoo Bi atau bagaimana. Awalnya saya sudah download siih sampai episode 7, namun baru menonton sampai episode 2, kebosanan mulai muncul. Jadi mohon maaf saya tidak bisa memberikan rating untuk drama ini. Sekian dulu, nantikan review yang part 2, oh iya ada lagi nanti review short duration drama korea. Semoga bermanfaat ^_^ Sumber: http://wiki.d-addicts.com/List_of_Dramas_aired_in_Korea_by_Network_in_2015 http://www.koreandrama.org/the-best-korean-drama-of-2015/ http://koalasplayground.com/2015/04/01/the-girl-who-sees-smells-episode-1-recap/ http://sinopsisdramakorea12.blogspot.co.id/2015/07/biodata-pemain-angry-mom.html http://asianwiki.com/Hyde_Jekyll,_Me http://www.kpop-lyrics.com/2015/10/lyric-ryu-years-i-have-lover-ost-part2.html https://www.viki.com/tv/22811c-kill-me-heal-me http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00077767.html https://www.dramafever.com/news/oh-my-venus-final-episode-recap-from-henry-laus-character-pov/ https://twitter.com/orangemarmaladk http://kdramaindo.com/download-drama-korea-remember-war-of-the-son/ http://www.kapanlagi.com/showbiz/asian-star/rating-drama-yoo-seung-ho-remember-meroket-dekati-posisi-puncak-e301a3.html http://www.wowkeren.com/berita/tampil/00062593.html http://koalasplayground.com/2015/10/04/long-preview-shows-sassy-go-go-is-all-ready-for-cheerleading-to-duke-it-out-with-academic-achievement/ http://makotomishimix.tumblr.com/

K-Movie: Flying Colors 29 Friday JAN 2016 POSTED BY @NORMAULIA_ IN MOVIE

» LEAVE A COMMENT

Maksud hati pengen nonton West Movie sembari belajar listening, tapi apa daya akhirnya tergoda juga dengan Japanese Movie. Kali ini judul filmnya adalah Flying Colors, informasi menurut situs yang bisa menonton secara streaming menyebutkan bahwa ratingnya 7,7/10. Tidak terlalu jelek tentunya, rasa penasaranpun membuat tangan kanan yang memegang mouse mengarahkan kursor ke tombol play tanpa terlebih dahulu membaca sinopsisnya, kebiasaan terlalu PD dalam memilih movie. Hehe Kisah ini bermula saat Sayaka Kudo bersekolah di SMP, namun dia tak memiliki teman sama sekali, sehingga dia bermimpi untuk bisa memiliki teman. Pada suatu hari, dia di-bullying oleh teman-temannya di sekolah, dilempar bola sehingga dia terjatuh. Ibunya yang tak terima dengan perlakuan teman anaknya tersebut langsung menemui guru kelas, sayangnya sang guru juga tidak memberikan solusi, hanya memberitahu bahwa hal tersebut terjadi di sekolah manapun. Sayaka akhirnya pindah sekolah hanya karena melihat seragamnya lucu, tetapi ibunya memberi nasihat kurang baik yang membuat Sayaka terlena, yaitu “walaupun kamu tidak belajar, bisa langsung diterima di sekolah/universitas manapun. Kamu bisa melakukan apapun yang kamu suka!” Di SMP Meiran, Sayaka bertemu dengan Mika Honda, Maki Kagawa dan Yui Okazaki. Mereka berempat berteman saat itu hingga SMA, namun mereka hanya bersenangsenang tanpa belajar, di kelas bermain dengan peralatan make-up, meng-curly atau mencatok rambut, dan lain sebagainya hingga akhirnya sang guru menemukan rokok di dalam tasnya. Seperti saat SMP dulu, ibunya dipanggil oleh sekolah, namun tetap saja dia membela anaknya. Skors pun dilayangkan kepada Sayaka. Sebagai anak tertua dari 3 bersaudara (adik laki-lakinya Ryuta Kudo dan adik perempuan Mayumi Kudo) seharusnya dia menjadi contoh untuk adik-adiknya. Bahkan dia seharusnya sudah menentukan pilihan akan masuk universitas mana, karena saat itu Sayaka sudah duduk di kelas 2 SMA. Sang ibu akhirnya mengarahkan remaja tersebut untuk datang ke tempat les agar nantinya dia bisa masuk Universitas pilihannya. Sayaka memutuskan untuk bertemu dengan Yoshitaka Tsubota Sensei yang diperankan oleh Atsushi Ito di tempat kursus yang ditunjukkan oleh ibunya. Dandanan nyentrik ala remaja saat itu membuat Tsubota Sensei terkejut, memang murid di sana aneh-aneh tapi dia tak pernah bertemu dengan murid yang unik seperti Sayaka. Rambut blonde, dipadu dengan pakaian minimalis, juga menjadi siswa dengan rangking terbawah tak lantas membuat Sensei tersebut patah arang, dia juga semangat untuk mengarahkan Sayaka masuk di Keio University (Universitas dengan grade yang cukup tinggi). Hasil tes awal yang diberikan oleh Tsubota Sensei adalah 0 (nol), saat menunjukkan hasilnya, Sensei tidak merendahkan justru memuji Sayaka karena meskipun keseluruhan jawaban salah, dia masih tetap menjawab semua pertanyaannya. Mungkin itu juga yang perlu ditiru oleh Bapak/Guru berhati lapang di Indonesia ^_^ #usul. Sayaka menganggap motivation yang diberikan oleh sang Sensei semacam sihir. Karena sudah 5 tahun (SMP-SMA kelas 2) dia tidak pernah belajar, hanya bersenang-senang saja, kali ini Sayaka harus bekerja keras mengejar ketertinggalannya. Semangat ini juga perlu ditiru oleh para pelajar di Indonesia. Sekolah itu penting, meski ada yang menganggap tidak penting, tetap saja sekolah itu penting #maksa Ayah Sayaka hanya memperhatikan adik laki-lakinya untuk bisa bermain baseball dan menjadi pemain profesional, hal tersebut membuat ibunya bekerja keras untuk membiayai studi Sayaka, ibu mana yang tidak bahagia melihat anaknya semangat belajar? Pengalaman Tsubota Sensei yang kece badai membuat beliau bisa meyakinkan calon siswanya agar lebih giat belajar. Para remaja kan pemikirannya sederhana, jadi para orang dewasa hendaknya lebih bisa mengarahkan dengan baik, right?! *sotoy Haha . Perlahan-lahan, dengan effort yang cukup besar dari dirinya sendiri Sayaka mampu menguasai pelajaran yang bagi orang lain mungkin mudah, tapi bagi Sayaka itu luar biasa sulit. Mengingat kata ganti dan kepemilikan dalam bahasa Inggris (I, My, Me, Mine, etc), menguasai materi sejarah yang dipelajari dari manga, dan banyak hal lain. Dulunya Sensei juga malas belajar dan suka bolos, hingga gurunya mengatakan “daripada kamu malas-malasan lebih baik kamu mati saja”, sedangkan Sayaka dijuluki “sampah” di sekolah. Oleh sebab itu, Tsubota Sensei mendatangi guru Sayaka agar berhenti memanggil Sayaka dengan sebutan “sampah”. Aaaah, tutor macam apa itu yang sangat memperhatikan dan menyayangi muridnya agar si murid tidak kecewa dan patah arang?? Ada hal menarik, semenjak Sayaka belajar dan terus belajar, diniding di rumahnya dipenuhi dengan tempelan catatan/resume pelajaran agar dia tidak lupa. Namun pada suatu titik, Sayaka merasa sangat down dan putus asa karena hasil ujiannya tidak sama dengan keinginannya, padahal dia belajar tiada henti hingga lupa tidur. Saat itulah Tsubota Sensei meyakinkan dengan asumsi telur yang tidak bisa berdiri, namun karena terus mencoba dan percaya kalau telur bisa berdiri akhirnya telur itu berdiri. Begitupun Tsubota Sensei yang percaya bahwa Sayaka bisa masuk Keio University. Remaja tersebut kembali menggebu-gebu untuk belajar, membunuh keinginan bermain, dan memangkas rambutnya menjadi pendek. Ujian telah berakhir, Sayaka menerima hasil ujian simulasi tersebut namun masih kecewa karena nilainya naik tetapi tidak memenuhi standar. Perasaan manusia yang berubah-ubah itulah yang membuat Sayaka down lagi, dia menangis saat melihat sang ibu yang bekerja keras guna biaya les Sayaka yang tidak murah. Ibunda yang tidak ingin melihat anaknya bersedih menceritakan masa kecil Sayaka. Ibunya tidak merasa kecewa meskipun dia tidak bisa masuk Universitas impiannya, karena putrinya telah bekerja keras. Terlalu memaksakan kehendak terhadap anak apabila sang anak tidak mampu, akan membuat sang anak sangat terbebani. Hal tersebut terjadi pada adik laki-lakinya, Ryuta yang ingin berhenti bermain baseball. Ibunda Sayaka mengajak putrinya jalan-jalan untuk melihat bagaimana kehidupan di kampus agar sang putri tidak terlalu kecewa. Ibundanya berharap agar Sayaka nantinya akan seperti itu juga, menjadi mahasiswi. jadi teringat kisah saya dulu waktu mengurus kepindahan sekolah dari Malang ke Bangil. Saya dan Ibunda harus mendapatkan surat pindah sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Malang yang letaknya di Jl. Veteran, kami berdua berjalan dari sekolah saya yang letaknya di Oro-oro dowo (Jl. BS Riadi). Saat itu, kami berdua melewati UM (Universitas Negeri Malang/IKIP Malang), Ibu mengatakan kalau ingin sekali mempunyai anak yang bisa kuliah di sana, saat itu bulan Juli 2007. Dua tahun berselang, pada bulan Agustus 2009 kami kembali melewati UM, kala itu bukan sekedar iseng berjalan-jalan saja, tetapi untuk daftar ulang. Yaps, saya berhasil masuk di sana (pilihan pertama) jurusan Akuntansi. Doa ibunda benar-benar dikabulkan oleh Allah alhamdulillah. Back to the movie, Ayah Sayaka akhirnya memuuskan untuk membakar perlengkapan baseball milik Ryuta. Pada saat itu, Sayaka memperlihatkan hasil ujian simulasinya pada Ryuta yang menunjukkan bahwa kemungkinan masuk Fakultas Sastra Keio University adalah 50%. Dia juga mengatakan: “aku akan masuk Keio University. Kau juga, temukan dan wujudkan mimpimu, Oke!” Sayaka meyakinkan adiknya kalau dia pasti bisa mewujudkan mimpinya, sama seperti Sayaka. 2 Bulan sebelum Ujian Masuk Universitas (di Indonesia SNMPTN), Tsubota Sensei dan Sayaka memutuskan di pilihan pertama adalah Fakultas Sastra Universitas Keio, dan pilihan kedua Fakultas Ilmu Bahasa Universitas Kinki. Sayaka masih harus berjuang sebelum ujian dimulai. D’day saat ujian tiba, terjadi badai salju yang membuat transportasi menjadi sulit. Sayaka memutuskan untuk jalan kaki, namun ayahnya mengatakan kalau akan mengantarnya, karena tidak akrab, kebersamaan mereka berdua menuju lokasi ujian sangat canggung. Di tengah perjalanan ayah Sayaka berhenti untuk membantu pasangan lansia yang mobilnya terjebak salju. Saat itulah Sayaka membenarkan perkataan ibunya kalau sang ayah memang orang baik. Hasil ujian menunjukkan kalau Sayaka berhasil di ujian pertama, masih ada satu tahap lagi menuju universitas impian. Sayaka menulis sepucuk surat tanda terima kasih kepada Tsubota Sensei, sebagai gantinya sensei memberikan Sayaka sekaleng kopi. Sayaka meminta tanda tangan Sensei sebagai jimat (mungkin motivasi saja) agar dia berhasil saat ujian. Ingin tahu apa tulisan sensei? Itu, yang saya pajang paling atas.

“When there is a will there is a way” Tahukah kamu, saat ujian berlangsung, perut sayaka mulas. Kenapa? Karena janjinya untuk meminum kopi yang diberikan oleh Sensei. Cobaan itu adaaa saja, tapi Sayaka masih tetap berjuang sampai akhir lho. Ibunda yang begitu sayang kepada anaknya memberi motivasi sekali lagi untuk ujian di hari berikutnya, kelemahan Sayaka, membuat essay. Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu hasil pengumuman ujian. Kala itu, Sayaka menelepon Sensei dan mengatakan kalau dia tidak diterima di Fakultas Sastra. Tsubota Sensei meyakinkan Sayaka kalau masih ada 1 lagi, Hasil Ujian Ilmu Politik. Pada saat menelepon Sensei, ibunda Sayaka mendengarnya, tapi beliau tetap tersenyum seperti mengatakan “tak apaapa”. Yang paling membuat saya merinding disco adalah ketika Sayaka mengatakan pada ibunya dan sensei kalau dia berhasil masuk Keio University jurusan Ilmu Politik, ayah Sayaka pun menangis mendengar bahwa musim semi berikutnya dia akan menjadi mahasiswi Universitas Keio. “Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini asal kita tetap teguh untuk berusaha dan berjuang mewujudkannya. GANBATTE KUDASAI MiNNA SAN!! (Good luck everybody!)” Masih ada sepucuk surat terakhir dari Tsubota Sensei pada Sayaka yang dibaca ketika Sayaka berada di dalam kereta menuju Tokyo (Keio University) “Kudou Sayaka, aku tak tahu bagaimana perasaanmu sekarang. Seandainya harapan terbesarmu untuk lulus ujian tidak terkabul, jangan berkecil hati. Dengan tujuan yang ambisius melalui kerja keras dan pengalaman, masa depan pasti akan menjadi kekuatanmu. Jadi, tetaplah menjadi diri sendiri, selalu tersenyumlah. Terus berjuang dan tetaplah percaya diri. Itulah dirimu yang benar-benar aku sukai. Tidak peduli apa yang dikatakan orang lain, tetaplah percaya diri, percayalah dengan kekuatan mimpimu. Jangan pernah takut gagal. Beranilah menggapai mimpimu. Itulah yang aku sebut dengan ‘Sangat Mempesona’. Kamu mengatakan “Aku merubah hidupmu”, tapi yang mengubahmu adalah semangat dan kerja keras. Hal itulah yang bisa mengubah hidup banyak orang, aku percaya itu. Aku akan mempercayai itu mulai dari sekarang. Hidup yang akan kamu jalani masih sangat panjang, walaupun nantinya kamu menemui kesulitan. Aku yakin kamu akan terus berjuang, dan mencoba hal-hal yang baru. dari lubuk hatiku, aku juga sangat senang bertemu denganmu. Bertemu denganmu, membuka duniaku lebih luas lagi. Suatu saat, jalan akan terbuka untukmu. Aku percaya itu, selama aku hidup dan seterusnya.”

Trailernya bisa dilihat di sini:

Semoga bermanfaat ^_^ Sumber: http://nontonstreaming.tv/flying-colours-2015/ http://wmoov.com/movie/photos/27615 http://asianwiki.com/Flying_Colors https://en.wikipedia.org/wiki/Flying_Colors_(film) http://www.dailymotion.com/video/x387p5b

Kudus: Tak Sekedar Kota Kretek 04 Monday JAN 2016 POSTED BY @NORMAULIA_ IN TRIP

» LEAVE A COMMENT Sering mendengar atau membaca quote ini?

Indonesia itu Indah Bagi kalian yang tahu seberapa indahnya Indonesia pasti akan berseru dengan bangga, namun berbeda dengan yang terkungkung dengan lingkungannya, terkadang akan menanggapi ‘butuh modal untuk bisa menikmatinya’. Is it true? Yes exactly, memang semuanya butuh modal, tapi tidak selau uang, bisa kesehatan, tekad, juga kesempatan. Kalau kalian terlalu khawatir dengan kekurangan uang, rizki sudah ada yang mengatur guys, jadi serahkan saja pada-Nya dan as usual, we just try to do as he want. Pertama niatkan bahwa kalian bisa, kemudian cobalah, jangan sering-sering menunda. Membuka mata kemudian menghirup udara pagi di depan rumah adalah salah satu langkah menikmati keindahan Indonesia lho. Kebetulan nemu tanggapan Kang Emil (Walikota Bandung) tentang traveling. Bagaimana rasanya mengawali tahun baru di tempat yang berbeda dari lokasi tinggal selama ini? Bagi sebagian orang yang suka menjelajah atau travelling biasa saja, tapi yakinlah bahwa perasaan bangga dan kagum pasti terbersit di dalam hati. Karena domisili di Pasuruan, saya pun pernah merasakan pergantian tahun di Malang, Jakarta, dan terakhir di Kudus. Meskipun tidak turut merayakan malam tahun baru dengan begadang, menyalakan kembang api atau berpestapora. 31 Desember 2015 lalu saya memberanikan diri untuk pergi ke Kudus, awalnya memang nekat dengan uang pas-pasan, tapi demi memenuhi janji akhirnya Allah memberi banyak kemudahan.

Mengawali keberangkatan dari Surabaya (Terminal Bungurasih) pukul 16.20 naik Bus Patas jurusan Semarang via pantura merek WIDJI karena tidak ada yang lain (Indonesia dan Sinar Mandiri Mulia), saya bersyukur sekali masih mendapat tempat duduk walaupun di ujung paling belakang kursi penumpang, itupun semacam ruangan terisolir dari penumpang lain, jadi ada sekat dan pintu penghubungnya. Tarif bus Rp 90.000 (dinner is not included) untuk tujuan Semarang, kalau ke Kudus Rp 80.000 dan biasanya bus berhenti di Tuban sekitar 10-20 menit untuk istirahat dan makan. Tarif normal agar bisa mendapatkan makan malam ditambah 10.000. Ada yang menarik di bus yang saya naiki, saat kursi utama penuh, Pak Kondektur akan mengeluarkan kursi cadangan yang entah disimpan di sebelah mana. Kursi tersebut diletakkan di tengah bus, sepanjang jalan penghubung dari depan ke belakang. Penumpang di sebelah saya mengatakan kalau tidak semua bus seperti itu, Hahaha atau karena saking kreatifnya armada bus kali ya *entahlah. Lama perjalanan dari Surabaya ke Kudus kalau jalanan sepi macam malam tahun baru lalu itu 5 jam. Jangan bandingkan dengan keadaan jalan yang ke arah Jogja, that’s very different. Tarif Bus biasa (ekonomi) adalah Rp 46.000,- para backpacker dengan anggaran terbatas bisa memilih alternatif angkutan ini agar perjalanan kalian bisa irit Niat berkunjung ke rumah Budhe adalah yang utama, lainnya adalah tambahan, tapi memang benar bahwa “Silaturahim menambah rizki”, kulineran di sana pun saya tak tahu harganya sama sekali, karena mbak-mbak sepupu melarang keras saya mengeluarkan dompet dari tas -_- *tak boleh menolak rizki kan 1 . Lenthog Tanjung Bingung ya? Saya awalnya juga gitu, ini mungkin lontong tapi salah tulis. Hahaha. Dan ternyata benar makanan ini sejenis lontong opor tapi ada nangkanya, enak siih sayangnya lidah terbiasa makan masakan Jawa Timur, jadi saat memakannya rasa lenthog ini manis sekali. Saat itu saya mencoba makanan di dekat rumah Bude, tepatnya di Jl. HM Subchan seberang Madrasah Ibtidaiyah, kanan jalan sebelum perempatan arah alun-alun Kudus. Pelengkap lenthog ada sate telur puyuh dan kerupuk. Oh iya satu lagi, penyajian lenthog di sini menggunakan piring ukuran kecil, lebih kecil dari piring pada umumnya. 2. Soto Ayam Kudus Penjual soto ayam di sini sedikit unik, kalau ada pembeli yang ingin membungkus mesti alasannya macam-macam, tapi kalau ingin makan di sana pasti dilayani berapapun banyaknya. Entah kenapa. Rasa sotonya enak dan ada tahunya. Karena tidak tahu seberapa banyak porsinya, saya meminta nasinya dikurangi jadi separo, tapi penjualnya tidak memperbolehkan. Saat datang ternyata mangkuknya kecil, baru tahu kalau ternyata penyajian makanan di Kota ini menggunakan porsi yang “pas”, mengapa demikian, bagi orang-orang yang porsi makannya sedikit akan merasa pas, tidak membuang makanan jika disajikan lebih dari itu. Saya lupa persisnya dimana lokasi penjual Soto tersebut, namun kata sepupu saya yang paling enak adalah Soto Ayam Pak Di, letaknya di Jl. Kyai Telingsing kalau dari Menara Kudus kiri jalan sebelum Indomaret. 3. Tahu Gimbal Kalau di Jawa Timur namanya tahu tek, di sini namanya tahu gimbal. Dulu pernah makan di Semarang, tapi lupa karena mikirnya gimbal tahu itu sejenis tahu digoreng dengan tepung Ini beda tampilan gimbal tahu di Semarang dan Kudus:





Sebelah kiri versi Semarang dengan regular plate, kalau yang kanan khas Kudus dengan mini plate-nya dan ada daun pisang. Bumbu gimbal tahu di Kudus lebih encer kalau dibandingkan di Semarang. Lokasi penjualan ada di sepanjang Jl. Sunan Kudus arah ke alun-alun Kudus, bukanya mulai sore-malam hari saja. 4. Pindang Ayam/Daging Apa yang ada di benak kalian saat mendengar pindang? Jangan-jangan ingat ikan laut yang dijual di pasar dan biasanya dikonsumsi oleh kebanyakan masyarakat di Indonesia karena harganya yang relatif murah. Kalau itu yang kalian bayangkan berarti sama seperti saya. Hahaha it’s totally different. Menurut penjelasan mbak sepupu yang mengajak, pindang ayam/daging itu sejenis rawon yang bahan utamanya kluwek, namun yang ini diberi santan dan ada beberapa bahan yang berbeda, rasanya masih manis seperti biasanya. Lokasi pindang ayam/daging ini di sentra kuliner Kudus, tepat di dekat alun-alun Kudus. Yang paling terkenal merek ini ya kawan, sampai antri kalau mau makan lho. Pindang ayam berarti dicampur ayam, sedangkan daging dicampur dengan daging kerbau. Masih sama seperti makanan sebelumnya, penyajiannya menggunakan piring kecil.





Masih ada banyak kuliner Khas Kudus yang harus dicoba, seperti sate kerbau, soto kerbau, Ayam Gongso, Garang Asem, dan lain sebagainya. Kalau ada kesempatan, cobalah berkunjung ke Kota Kudus, kota ini menyajikan pemandangan bangunan tua nan eksotis, apalagi kalau dilihat di malam hari. Saat itu saya sedang mengendarai motor, jadi tangan ini tak bisa membidik pemandangan indahnya. Jalanannya kecil (kalau dibandingkan Surabaya) namun tetap ramai, sayangnya di trotoarnya jarang terlihat ada tempat sampah umum. Bahkan saat berkunjung di Museum Kretek, saya cukup susah mencari tempat sampah. Mungkin saran saya, pengadaan tempat sampah lebih diperbanyak lagi untuk membiasakan masyarakat sekitar membuang sampah pada tempatnya. Kota Kretek memang disematkan untuk Kudus, tetapi ada banyak hal yang bisa kalian temukan di sini. Semoga bermanfaat ^_^ Sumber: http://nengbiker.com/2015/11/jangan-di-rumah-saja-indonesia-itu-indah/ http://kfk.kompas.com/kfk/view/127494 http://yahyakurniawan.net/kuliner/lenthog-kudus/ http://www.kuliner123.com/resep-soto-ayam-kudus-nikmat-dan-lezat/ https://twidharyoko.wordpress.com/2010/06/18/nasi-tahu-gimbal/ http://www.klikhotel.com/blog/nikmati-10-kuliner-khas-kudus/

Review Drama Korea Tahun 2014 04 Monday JAN 2016 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D RAMA

» 1 C OMMENT Korean Drama, memang salah satu tontonan wajib buat para mahasiswa. Mengapa? Karena waktu luangnya mahasiswa itu buanyak sekali, apalagi tipe mahasiswa yang KuPu-KuPu alias Kuliah-Pulang Kuliah-Pulang (setelah kuliah langsung pulang). Tapi tetap saja sesuai selera, maksudnya tidak semua orang suka dengan series yang panjang karena terlalu banyak waktu yang dibutuhkan untuk bisa menghabiskan 1 judul drama. Misalnya, drama Korea yang memiliki 16 episode dengan durasi setiap episodenya 1 jam 10 menit, maka 1:10:00 x 16 = 18:40:00. Hasilnya 18 jam 40 menit itu non stop, atau dengan kata lain saat menonton tidak dipercepat (forward), mengabaikan part-part yang tidak terlalu menarik atau episode yang tidak ingin ditonton (skip) dan penikmat dramanya tidak kemana-mana (stay tune). Hahaha, kalau saya pribadi akan menjawab “TIDAK BISA”. Kembali ke topik, kali ini saya akan review beberapa drama korea tahun 2014 yang katanya recommended dan sudah pernah ditonton tentunya, serta pemberian rating sesuai pendapat pribadi saya. Check this out: 1. 3 Days (16 Episode) Drama yang membuat saya jatuh hati karena bikin penasaran setengah hidup (lebay). Awalnya ragu saat mau mengopi dari teman, karena yang memerankan adalah Yoochun JYJ, saat itu memang tidak begitu tertarik. Namun lama kelamaan terpincut (bahasa apa ini?) juga dengan anggota Pengawal Presiden ini. Ayahnya yang seorang Menteri Ekonomi tidak membuatnya sombong dan lantas malas bekerja karena harta melimpah (ups, itu kan di sini ). Film ini membutuhkan daya pikir tajam, karena pakai analisa, jadi bukan jenis film romance. Eh di akhir cerita ada romantisnya dikit sih, tidak ada adegan aneh, bahkan pegangan tangan saja tidak, itu juga yang memotivasi untuk mencari film sejenis ini. Maklum saja, film korea kan suka begitu, sayangnya tidak ada, tapi semoga saja kedepannya ada, Hehe. Rating Film ini adalah 5/5 Sempurna. 2. Angel Eyes (20 Episode) Tertarik dengan drama yang saat dewasa diperankan oleh Ku Hye Son (yang jadi Geum Jan Di di BBF) dan Lee Sang Yoon atau Nam Ji Hyun dan Kang Ha Neul saat remaja ini akibat review teman yang pernah menonton dan poin recom dari viewers di internet. Drama yang menceritakan tentang seorang gadis yang tidak bisa melihat namun penuh semangat dalam meraih cita-citanya, gemar menjelaskan tentang astronomi tapi dia tidak pernah melihat bagaimana tampilan langit yang sesungguhnya ini membuat orang yang menonton terenyuh. Gadis tersebut menyukai si laki-laki yang setiap pagi mengantarkan susu. Namun sayang, mereka berpisah bertahun-tahun hingga akhirnya bertemu kembali dengan keadaan yang berbeda. Sarannya saat menonton drama ini jangan dalam keadaan jenuh, karena pengalaman saat menonton adalah forward setiap adegan di episode 1-2, skip episode 3-19 dan tetap mem-forward episode 20. So, tidak ada itu acara mewek-mewek menghayati drama atau mengambil beberapa pelajaran baik (alesan doang). Untuk rating menurut pendapat pribadi adalah 3/5 alias netral. 3. Birth of A Beauty (21 Episode) Jenis drama romance, jadi sudah bisa dibayangkan kan kalau genre macam ini pasti banyak part yang harus di skip, Hehe. Mengawali menonton karena masuk jajaran film yang trend dan direcom oleh teman, apalagi saat itu masih tayang di Korea. Drama ini menceritakan seorang perempuan (Ha Jae Suk) yang ingin merubah penampilannya (Han Ye Seul) dengan jalan yang tidak wajar (operasi plastik), dia meminta pertolongan kepada seseorang yang dia kira adalah dokter kecantikan (Jo Sang Wook). Perempuan tersebut melakukannya demi membalas rasa sakit hati kepada mantan suaminya (Jung Gyu Won) yang menyukai perempuan lain (Wang Ji Hye). Uh, uuuh, jangan ditiru ya yang ndak baik. Karena saat itu bosan, kebiasaan lama pun mendera, mempercepat laju film hingga tahu kalau ujung-ujungnya si Han Ye Seul suka dengan Jo Sang Wook, bisa ditebak Haha. Untuk rating, mohon maaf sekali ya 2/5 Kurang Menarik. Mending nonton mereka di Running Man episode 219 saja lebih seru, menurut saya sih. 4. Blade Man (Iron Man) (18 Episode) Lee Dong Wook dan Jung Yoo Geun itu terlalu sayang untuk dilewatkan, memaksa menonton sih karena ada si imut Yoo Geun yang dulu pernah jadi objek hiburannya anak-anak Shinee, program Hello Baby Season 2. Kali ini si kecil mencoba berakting dengan salah satu aktor jempolan Korea yang menjadi ayah kandungnya. Kedua lelaki ini jatuh cinta dengan perempuan yang sama (Shin Se Kyung), tentu saja dengan pemahaman cinta yang berbeda. Tubuh Lee Dong Wook akan mengeluarkan pisau tajam kalau sedang emosi. Dia juga seorang yang kaya raya, rumahnya super besar dengan pembantu yang banyak sekali, tapi sayangnya kurang bisa menikmati film ini, mungkin karena alurnya bisa ditebak, sehingga dengan terpaksa rating 2/5 saja atau kurang menarik 5. Cantabile Tomorrow/Naeil’s Cantabile (16 Episode)

Kalau drama ini adaptasi dari dorama Jepang, nah dorama Jepangnya adaptasi juga dari manga yang berjudul Nodame Cantabile. Sudah pada tahu kan kalau ketika dorama Jepang diadaptasikan ke Korea, tingkat kelucuan akan memudar sepersekian persen. Bagi yang belum melihat versi Jepangnya, kalian akan menikmati adu akting antara si perfeksionis Joo Won dengan Shim Eun Kyung yang terbalik 180 derajat dengan Joo Won, apalagi kalau penyuka instrumental, dijamin akan doyan sama lagu yang dibawakan, Haha. Menurut teman, ratingnya 3/5 netral. 6. Doctor Stranger (20 Episode) Ini drama keduanya Lee Jong Suk di tahun 2014, karena masih ada drama 1 lagi yang diperankan olehnya setelah ini. Dramaang menceritakan tentang perbedaan peranan dan perlakuan dokter di Korea Utara dan Selatan ini cukup menarik, mengajak penontonnya untuk berpikir juga. Sempat tertegun di episode 2 saat ayah Lee Jong Suk ditembak mati oleh para tentara Korut. Sayangnya kurang begitu suka dengan endingnya, maklum, ekspektasi berbeda antara diri ini dengan jalan cerita. Sisi low profile-nya si dokter keren ini patut ditiru, juga penanganan pasien dengan sigap, namun tetap saja harus sesuai prosedur, masalahnya menyangkut nyawa orang. Kalau poin pribadi 4,5/5 Mendekati Sempurna. 7. Dr. Frost (10 Episode) Menonton drama ini pakai serius ya karena memang menggunakan bahasa psikologi dengan subtitle bahasa Inggris. Cerita yang disajikan setiap episode berbeda antara yang satu dengan yang lain. Drama diadaptasi dari webtoon dengan judul yang sama ini membuat penasaran karena sang pemeran utama (Song Chang Ui) yang tidak memiliki ekpresi, dikenal sebagai dosen yang dingin terhadap siapapun, makanya dipanggil Frost. Tertarik menonton saat itu karena episodenya sedikit, sedangkan rating untuk drama ini 3/5 Netral. 8. Emergency Couple Suka menonton Running Man? Nah pemeran utama perempuan dalam drama ini adalah Song Ji Hyo, sedangkan pemeran laki-lakinya juga pernah menjadi guest RM (Choi Jin Hyuk). Drama bertajuk dokter ini kata teman-teman termasuk menarik dan lucu, ada part yang di dalamnya “Monday Couple” versi RM bertemu (Ji Hyo dan Kang Garry). Pasangan ini bercerai kemudian bertemu di rumah sakit dengan profesi yang sama, benih-benih cinta itu tumbuh lagi, bisa ditebak. Kalau ingin menonton sebaiknya saat tidak stress, karena di dalamnya da banyak pertengkaran (jangan ditiru). poin ratingnya 2,5/5 Biasa 9. Healer (20 Episode) Saat menonton drama ini, kalian akan dibuat terkagum-kagum karena pemeran utamanya, Ji Chang Wook, mainnya keren sekali. Karena alurnya mundur dan banyak teka-teki, otomatis pemirsanya diajak untuk berpikir. Berlatar sebagai wartawan (Park Min Young dan Yoo Ji Tae), mereka bertiga sesungguhnya adalah satu, namun karena sempat terpisah karena keegoisan seseorang membuat ketiganya sempat tidak mempercayai satu sama lain. Kejujuran dan pengungkapan keberanan dalam drama ini benar-benar membuat pemisa wajib mengacungkan jempol. Poin drama ini 5/5 Sempurna. 10. Josoen Gunman/Gunman in Joseon (22 Episode) Film ini diperankan Lee Joon Ki ini membuat saya benar-benar tertarik, maklum saat itu si pemeran utama baru kembali dari wajib militer. Ternyata saat melihatnya bagus sih, sayangnya terlalu panjang dan bertele-tele, bisa membuat orang mengantuk (karena film jaman Joseon). Film ini juga yang menyebabkan rumor kalau Lee Joon Ki cinlok dengan Jun Hye Bin. Poin drama ini 3,5/5 Lumayan Bagus. 11. Marriage Not Dating (16 Episode) Jangan membayangkan film ini macam perjodohan islami yang ta’aruf gitu karena ekspektasi sama kenyataan bakal 0 besar. Hahaha. Drama Korea gitu, jarang yang macam islami punya. Drama ini diperankan oleh Han Groo dan Yeon Woo Jin (yang berprofesi sebagai dokter kecantikan), karena Jin Woon (anggota Boyband 2 AM) lah yang membuat ini drama jadi menarik. untuk poinnya 4/5 Bagus, itu terlepas dari scene yang kurang mendidik menurut saya. 12. Mimi (4 Episode) Ngefans sama anggota DBSK? Nah, tak ada salahnya kalau pengen nonton film ini karena Shim Chang Min yang memerankan tokoh utamanya dengan Moon Ga Young, Chang Min yang kehilangan memori setelah suatu kejadian yang membuat Mimi (cinta pertamanya) tiada, mencari serpihan ingatannya. Memang biasa saja sih, tapi rasa penasaran juga yang membuat mata ini terpaku untuk terus menontonnya, maklum episode kan hanya 4 saja. Tapi untuk recomnya ya 3/5 netral saja. 13. Misaeng (20 Episode) Drama yang diangkat berdasarkan kisah para pekerja di Korea ini sangat menarik, terutama yang melihat adalah orang-orang yang sudah bekerja. Rasanya seperti keluh kesah tertumpah di sini. Yim Si Wan sebagai tokoh utama adalah seorang lulusan GED, kalau di Indonesia Paket C (setara SMA) menjadi seorang pegawai kontrak padahal kemampuannya tak kalah jauh dengan para lulusan S1/Bachelor yang diterima bersamaan dengannya Kang So Ra, Kang Ha Neul, dan Byun Yo Han. Sebaiknya kalau menonton di saat yang benar-benar free karena penonton dibuat mikir. Ratingnya 4/5 Bagus. 14. Pinocchio (20 Episode) Drama kedua di tahun 2014 yang diperankan oleh Lee Jong Suk ini mendapat respon yang sangat positif, bahkan mendapat beberapa penghargaan. Kali ini dia beradu akting dengan Park Shin Hye. Mereka berdua berprofesi sebagai reporter. Penggambaran drama ini adalah untuk menunjukkan betapa pentingnya melaporkan suatu kebenaran, ada yang menilai bahwa film ini kualitasnya 4,5/5 mendekati sempurna. 15. The Three Musketeers (12 Episode) Kali ini drama yang diperankan oleh Jung Yong Hwa (Pentolan CN BLUE) mengisahkan tentang dirinya yang bertemu dengan 3 pendekar di jaman Joseon yang ternyata salah satunya adalah seorang Putra Mahkota. Selain itu dia juga ingin bertemu dengan teman masa kecilnya yang juga menjadi cinta pertamanya (Seo Hyun Jin). Ternyata perempuan tersebut telah menikah dengan Putra Mahkota. Untuk keseluruhan cerita ini bagus, sayangnya ending yang aneh itu membuat saya sedikit kecewa. Poinnya 4/5 Bagus. 16. What Happens to My Family (53 Episode) Drama ini adalah drama terpanjang yang pernah saya tonton dan waktunya juga terlama. Banyak pelajaran bagus yang bisa dipetik. Ceritanya tentang seorang ayah yang memiliki 3 orang anak (1 perempuan dan 2 laki-laki), tetapi ketiganya tidak terlalu peduli dengan ayahnya, mereka hanya menuntut hak tanpa melaksanakan kewajiban sebagai seorang anak yang berbakti pada ayah yang sudah lansia. anak pertama dan kedua telah sukses, sedangkan anak terakhirnya sangat rewel dan badung, tetapi di balik itu si bungsu justru yang lebih sayang terhadap ayahnya. Menarik, tetapi sering di skip karena episodenya yang terlalu panjang. over all 5/5 sempurna untuk cerita film ini ^_^ Sekian penilaian dari saya, ternyata banyak juga drama yang saya tonton selama ini, kalau berbeda pendapat kan sesuai selera pemirsanya. Semoga bisa membantu kalian yang ingin menonton drama Korea yang booming tahun 2014 ^_^ Sumber: http://www.dramacool.one/category/korean-drama http://wiki.d-addicts.com/3_Days http://asianwiki.com/Angel_Eyes http://asianwiki.com/Birth_of_a_Beauty http://kshowonline.com/kshow/2632-%5Bengsub%5D-running-man-ep.219 https://en.wikipedia.org/wiki/Blade_Man http://asianwiki.com/Naeil’s_Cantabile https://en.wikipedia.org/wiki/Doctor_Stranger http://wiki.d-addicts.com/Dr._Frost http://wiki.d-addicts.com/Healer http://wiki.d-addicts.com/Gunman_in_Joseon http://asianwiki.com/Marriage_Not_Dating http://wiki.d-addicts.com/Mimi https://en.wikipedia.org/wiki/Misaeng_(TV_series) http://wiki.d-addicts.com/Pinocchio http://asianwiki.com/The_Three_Musketeers_(Korean_Drama)

SURAT DARI INDONESIA 2045 27 Tuesday O CT 2015 POSTED BY @NORMAULIA_ IN U NCATEGORIZED

» LEAVE A COMMENT Kawan muda yang baik, Perkenalkan aku Indonesia 2045. Bagaimana kabarmu? Aku dengar kalian sering marah-marah dengan presiden kalian hari ini. Kenapa dengan dia? Ceritakan padaku. Hmm, senior kalian dulu mungkin akan ditangkap intel kalau marah-marah dengan presiden. Sekarang kalian bebas ya? Disituasi bebas bolehkah kalian ceritakan apa yang sudah kalian perjuangkan? Bolehkah kalian cerita soal gagasan-gagasan tentang Indonesia? Aku sungguh penasaran, kalian pasti lebih dari Soekarno, Hatta, Semaun, atau Natsir muda kan? Di masa tak ada sosial media yang memudahkan kalian berjejaring, mereka bisa berkumpul dan berjuang ke masyarakat loh. Ah untuk apa aku ceritakan, handphone kamu pasti lebih banyak informasi perihal mereka. Tuhkan pasti kalian lebih dari mereka? Soalnya ketika aku ketik “pemuda Indonesia hari ini” yang keluar selalu seks bebas, tawuran, kehidupan malam, cinta-cintaan dan lain-lain. Ceritakan padaku apa persiapan kalian ketika memimpinku? Jangan malu, sampai jarang aku temukan cerita masa muda kalian dengan diriku di mesin google. Aku dengar para mahasiswa sedang bingung menentukan arah pergerakan. Sebagian tak suka demo, lalu kau bilang ia apatis. Sebagian lagi nyinyir kalau kalian terlalu beromantika dengan masa lalu. Memang gerakan seperti apa yang kalian cari? Ada yang bilang juga kalau gerakan kalian cari-cari eksistensi kelompok. Kok kalian jarang ngobrol atau jangan-jangan memang bermusuhan? Aku dengar sedang terjadi bencana. Bagiku justru itu ada baiknya. Toh timeline media sosial kalian jadi sesak dengan tagar kabut asap daripada official akun percintaan yang quotes-nya ‘ngena’ banget sama kisah percintaan kalian. Aku dengar kalian sedang nyaman-nyamanya dengan hidup kalian. Permainan apa di-gadget kalian yang lagi digandrungi kalangan muda? Followers media sosial kalian sudah berapa banyak? Hari ini sudah update apa aja? Di mana? Sama siapa? Seru banget ya! Sekarang, bolehkah kalian dengarkan aku? Usiaku sudah 100 tahun, usia kalian nanti kira-kira 40 – 50 tahun dan akan memimpinku. Daron Acemoglu dan James A. Robinson dalam bukunya Why Nations Fail: The Origins of Power, Prosperity, and Poverty menerangkan bahwa kita bisa lihat apakah negara gagal atau tidak diusia dekade 90-100 tahun. Aku di sini sangat ketakutan. Makanya aku buru-buru menulis surat ini sebagai peringatan untuk kalian, akan dibawa ke mana aku ini? Gagal atau jaya? Sebab hampir jarang aku mendengar kalian berbicara soal aku. Kalian sibuk dengan masa depan kalian masing-masing, padahal masa depan kalian ada pada bagiamana aku. Aku sempat bersyukur bahwa jumlah kalian nanti akan jauh lebih banyak daripada usia tua. Di situ aku sempat lega karena banyak yang akan mengurusku nanti. Tetapi aku tak pernah bertanya kira-kira yang akan mengurusku nanti manusia yang seperti apa? Sebab aku cukup kecewa dengan kebanyakan senior kalian hari ini. Semua berada di garda terdepan jika bela negara, tetapi kalau sudah merugikan pribadi atau kelompok nyalinya kendor. Hal ini diperparah dengan kasus korupsi disegala lini, lemahnya kepastian hukum, tumpang tindih antar kepentingan institusi, dan pemimpin-pemimpin politik pun hadir kalau punya bandar. Aku berharap kalian menjadi obat pilu Indonesia ke depan. Kalau kalian semakin acuh, nangis aku ketakutan. Daron dan Robinson seperti menamparku. Ia bilang negara yang kelembagaan ekonomi-politiknya bersifat ekstraktif yakni dijalankan oleh segelintir elit yang menguras sumber daya negara untuk kepentingan mereka sendiri dan hanya menyisakan sedikit hasil untuk kepentingan rakyat, tinggal menunggu waktu untuk terseret ke dalam jurang kemiskinan, instabilitas politik, dan menjadi negara gagal. Aku berpesan dengan Indonesia 2015-an, bagaimana calon-calon pemimpinku? Sudah siapkah mereka dengan situasi ini? Lalu ia menjawab, tinggalah mereka menentukan mau ke mana arahnya, sebab sampai pada tataran institusi pendidikan pun disulap bak perusahaan. Produknya mahasiswa yang bagaiamana caranya bisa laku dibeli pasar. Boro-boro memikirkan aku katanya, mereka juga ketakutan, apakah mereka laku dibeli pasar? Ia kadang prihatin, katanya kalian sedang bingung dengan skripsi yang tak kunjung rampung dan gundah kalau-kalau tak mampu mencari nafkah. Aku jadi serba salah menuntut kalian yang macam-macam, jangankan menoleh kepadaku, untuk menatap ke depan saja kalian masih bingung. Tapi kok tidak sesuai dengan kehidupan kalian. Yang kaya makin tinggi diri dengan mengkonsumsi brand terkini agar dibilang trendy, yang miskin malah terlihat sok kaya. Kalian katanya suka sekali hura-hura padahal sebelumnya menghujat pemerintah karena rupiah anjlok, itupun juga tahu dari headline berita. Sebab kalian lebih suka membaca cerita-cerita dramatis di account official padahal tak tahu sumber beritanya. Kalian juga ingin daerahnya berubah, tetapi milih pemimpin masih ‘cap cip cup’. Kalau ada hari nasional seperti hari sumpah pemuda misalnya, buru-buru update quotes agar terlihat peduli. Apa betul gelar agen perubahan itu hanya sampai diujung bibir, tak ada langkah nyata. Kalian juga begitu suka sekali caci maki sana-sini. Semua cela hampir diprotes. Ada lagi tipe kumpulan pemuda yang buat aku bangga karena kontribusinya untuk Indonesia. Tapi kok kalian suka sekali merendahkan kumpulan lain. Organisasi belum terkenal, dikira tak se-level. Minta kerjasama sulitnya bukan main. Katanya kalian menunjunjung sinergitas? Tapi kok kontribusinya berjalan sendiri-sendiri. Atau memang orientasinya popularitas bukan sinergitas? Sebegitunya kah kalian? Aku tak ingin kalian dicap menjadi generasi wacana, generasi marah-marah, generasi kaya kritik namun miskin solusi. Karena kalian dilahirkan oleh revolusi nasional yang berhasil menghalau imperialisme disusul perjuangan menuntaskan revolusi. Mulai dari sekarang, ketika kalian selesai membaca surat ini renungkan dan tanyakan pada diri kalian, mau jadi seperti apa kalian nanti? Mau republik seperti apa yang ingin kamu wariskan? Kawan muda yang baik, calon-calon pemimpinku. Maaf bila kiranya aku menjadi beban kalian. Surat ini aku tulis semata-mata bukan ingin mengganggu kenyamanan kalian. Aku menulis surat ini bukan untuk ambisi-ku pribadi, tetapi ini soal kita, Indonesia. Ini soal masa depan kalian akan jadi seperti apa, agar anak-anak kalian bisa sekolah tinggi, orangtua kalian meninggal dengan bangga karena kesuksesan anaknya, istri kalian tidak akan merongrong karena harga bahan pokok sangat mahal, atau suami kalian tidak akan frustasi karena sulitnya mendapat pekerjaan. Kalian tidak perlu membalas surat ini. Balas saja dengan tindakan. Aku di sini tinggal meneropong dari kejauhan, mengamati gerakan kalian setelahnya. Jikalau memang aku, Indonesia tahun 2045 gagal, setidaknya jadikan bahan pelajaran untuk anak-anak kalian agar tidak seperti kalian. Namun sebaliknya, jika Indonesia tahun 2045 jaya, kalian boleh berbangga, bahwa di era ini kalian tidak tinggal diam, kalian ikut mewariskan Republik yang semakin tegak berdirinya kepada anak dan cucu kalian. Ditulis oleh : Renaldy Akbar (Co-Founder and Presiden Indonesian Youth Projects) …… Silahkan share agar semakin banyak orang tergerak raga dan jiwanya untuk melakukan yang terbaik untuk negeri ini.. Semoga bermanfaat, karena saat saya membacanya, hati terasa perih. Talk less and do something right now.

Dzulhijjah: Antara Bahagia dan Sedih 08 Thursday O CT 2015 POSTED BY @NORMAULIA_ IN CORETAN TANGANKU

» LEAVE A COMMENT “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. Al-Taubah: 36)” Empat bulan haram yang dimaksud dalam ayat tersebut antara lain Dzulkaidah, Dzuhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan Dzulhijjah memang biasa dikaitkan dengan bulan haji, dimana para jamaah haji berbondong-bondong menuju Baitullah untuk melaksanakan haji. Ada beberapa riwayat yang mengatakan keistimewaan bulan Dzulhijjah, terutama saat para umat islam bisa melaksanakan puasa Arafah yang dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah, sebagimana tertera dalam hadis Rasulullah SAW dari Abu Qotadah berikut: ”















































“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162) Janji Allah yang kepastiannya tidak diragukan lagi tersebut membuat banyak kaum muslimin berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat) untuk bisa menunaikan puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah. Begitupun yang saya, manusia penuh noda dan dosa, apalagi cara sebagai hamba yang diberikan-Nya nikmat yang tiada tara selain beribadah? Gemuruh takbir paling lama terdengar ya di bulan ini, bagaimana tidak, takbir dikumandangkan tidak hanya saat tanggal 10, tetapi juga di tanggal 11, 12, dan 13 atau biasa disebut dengan hari tasyriq. Berbicara tentang agama membuat hati ini seperti terisi, mungkin karena kesibukan duniawi membuat hati terkadang terasa hampa. Ada yang pernah merasakan? Ketika jaman kuliah, sering sekali mengikuti kajian atau diskusi tentang agama, namun setelah bekerja, rutinitas tersebut sudah lama tak dilakukan lagi. Bahkan terkadang saat ada kajian dua minggu sekali malah absen dengan berbagai alasan. Padahal agamalah yang justru menuntun jalan hidup. Tahun ini, pelaksanaan idul adha berbeda lagi dengan pemerintah. Namun bagi saya tidak hanya itu saja yang berbeda, suasana dalam merayakannya pun berbeda. Tahun lalu masih ada orang yang dengan semangat menyambut Idul Adha walau fisiknya tidak terlalu sehat. Memaksakan pergi keluar rumah untuk mengusir kebosanan. Turut bertakbir dan bertahmid walau dari rumah. Memasak soto daging, rawon, bahkan gulai kesukaannya. Dan setelah itu meninggalkan saya dan keluarga demi bertemu Rabbnya, Allah SWT. Tak terasa, sudah hampir satu tahun beliau pergi (24 Dzulhijjah 1435 H), seakan baru bertemu beliau kemarin. Tapi bukan itu yang membuat saya merasa sedih, bagaimana tidak, sedih yang berlarut-larut kan tidak baik. Mengikhlaskan beliau kembali kepada pemiliknya itu jalan yang terbaik. Demi bisa melaksanakan Shalat Ied yang sudah dipastikan berbeda, rencana itu sudah dibuat jauh-jauh hari untuk bisa menumpang tidur di salah satu teman yang ada di Surabaya, sehingga setelah shalat bisa langsung berangkat bekerja. Karena berbeda, otomatis yang melaksanakan Shalat Ied terlebih dahulu akan merasa sedih tatkala tidak bisa mendengarkan suara takbir bergema di setiap masjid. Namun akhirnya terbayar setelah berkeliling mencari lokasi pelaksanaan shalat ied di daerah Wiyung, Surabaya. Suara takbir dari sound system yang berasal dari depan kecamatan membuat hati membuncah seakan lama sekali tidak mendengarkan lantunan takbir, Subhaanallah. Bahagia itu kala bertemu dengan saudara-saudara seiman yang mau meluangkan waktu beberapa menit saja untuk melaksanakan shalat dan mendengarkan khotbah. Berbeda tidak masalah, yang penting saling menghormati atas perbedaan tersebut, itu namanya dewasa. Hehe :). Sayangnya, media tidak semuanya bisa menghargai keputusan setiap orang. That’s why, the one that makes me sad again. Hidup ini menyuguhkan berbagai pilihan, hanya orang-orang yang hatinya tidak bersih saja yang mempermasalahkan pilihan seseorang, bahkan men-judge yang macam-macam. Setiap muslim adalah saudara, maka apabila ada saudaranya ada yang bersedih dan menderita, apakah pantas yang lain melecehkannya? Entahlah, yang terpenting adalah kita harus pandai dalam bersikap dan berperilaku. Saya yakin hanya oknum yang tidak bertanggung jawab saja yang mencederai persatuan di negeri ini. Selama ada benteng yang kuat, insyaa Allah keyakinan dan kebersamaan akan terus terjaga. Saling menghormati, menghargai dan bertoleransi, itulah salah satu pelajaran abadi yang diberikan oleh beliau, Rasulullah SAW.

Pelaksanaan Idul Adha yang begitu khikmad di Wiyung, Surabaya (23/9/2015) Sumber: http://harun-lubis.blogspot.co.id/2013/10/amalan-amalan-yang-dianjurkan-di-10.html http://www.pustakasekolah.com/bulan-dzulkaidah.html http://muslim.or.id/18509-keutamaan-puasa-arafah.html

Pantai K* ~ Terpencil nan Eksotis 30 Wednesday SEP 2015 POSTED BY @NORMAULIA_ IN TRIP

» LEAVE A COMMENT

Pagi begitu indah mana kala mata ini masih bisa melihat mentari yang bersinar cerah. Apa kabar pantai? Senyum indahmu dengan gemuruh ombak yang tiada henti bersenandung menyapa manusia-manusia yang seringkali berbuat jahat kepadamu. Pantai, tempat yang paling dirindu manusia sepertiku yang suka memendam sendu, juga mereka yang ingin sekali menikmati keelokan dan keeksotisanmu.

Lokasi pantai ini terpencil, tepatnya terletak di salah satu desa Piggiran Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Medan menuju pantai ini tidak terlalu sulit, karena hanya melewati kawasan tambak dan sungai kecil lengkap dengan jembatannya. Di pagi dan sore hari, pemandangan di sekitar pantai ini begitu menawan, matahari yang beranjak naik (pagi) menemani para nelayan yang kembali dari tengah laut membawa hasil tangkapan semalam. Udara pantura yang sepertinya panas ternyata salah, dikala pagi datang, hembusan hawa dingin yang menusuk jaringan kulit membuat bulu kuduk naik dan sontak mencari jaket sebagai pelindung tambahan selain baju yang telah dikenakan. Hal itu sangat terasa saat berjalan melintasi jalan setapak diantara berhektar-hektar tambak. Pematang tambak terbuat dari lumpur yang dipadatkan entah berapa lama prosesnya, karena tidak hanya dilewati dengan berjalan kaki, menggunakan motor pun bisa, apalagi hanya menggunakan sepeda biasa. Ketika panen datang ataupun saat musim penghujan, jalan tersebut dibongkar sementara, kemudian dibuat seperti semula. Saat menuju pantai, penduduk yang ramah-ramah, ciri khas orang Indonesia memang, akan bertanya, “mau kemana?” Hanya menjawab pantai, mereka akan menyahut, “Ooh, Pantai Kutang?” Yaah, begitulah para penduduk sana menamai pantai tersebut. Kutang adalah bahasa jawa dari Bra, iya yang biasanya dikenakan oleh para orang perempuan itu ditemukan di tepi pantai, begitulah kira-kira awal mula menamai pantai tersebut. Sayangnya penduduk seringkali membuang sampahnya ke laut, jadi tidak heran kalau tiba-tiba menemukan kutang di sana. Bahkan saat itu, ditemukan pampers bayi, sepertinya terseret ombak dari tumpukan sampah yang ada di dekat pemukiman sebelum tambak. Menurut sumber yang sangat bisa dipercaya, dulu para mahasiswa yang KKN di daerah tersebut telah membuatkan tempat sampah, tapi apa daya kalau sampah yang telah dibuang tidak dikelola baik oleh penduduk sekitar maupun pemerintah setempat. Mungkin karena letaknya yang cukup jauh dari lokasi pemerintahan, bahkan puskesmas pun tidak ada (kabar baik bagi kalian yang mau membuka klinik di sana. Hehe). Lokasinya masih terletak di pulau jawa, jadi buat yang mau mengadakan pemberdayaan masyarakat silahkan saja mampir di sekitar Kecamatan Brondong. Back to the beach, menikmati sun rise atau sunset di pantai ini berasa milik sendiri karena sepi sekali. Saat menyisir pantai, seringkali menemukan kerang yang masih utuh, lengkap dengan penghuninya. Biasanya saat ombak datang, kerang-kerang tersebut ikut terbawa. Ada juga kepiting yang berlarian dan membuat lubang di dekat pantai, ukuran kepitingnya tidak seperti yang kalian bayangkan, hanya sebesar satu ruas jari kelingking. Kabar terakhir yang saya dengar, sekarang pantai sudah mulai ramai karena penduduk sekitar biasanya mengajak teman-temannya ke sana. Yah, semoga saja kebersihan pantai tetap terjaga dan mereka tidak meninggalkan sampah. Suka dengan keindahan tapi meninggalkan sampah itu sama saja bohong, karena keindahan itu adalah suatu hal yang terjaga, bukan hanya dinikmati saja. Tidak hanya di pantai ini, tapi di seluruh tempat yang menyuguhkan panorama alam yang mempesona.

Fanatik atau Lebay? Entahlah 25 Friday SEP 2015 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D ISCUSS

» LEAVE A COMMENT Pernah menonton konser? Saya selama 23 tahun hidup di dunia ini baru sekali menonton konser, itupun band lokal legendaris, Sheila On 7. Saat tahu kalau ada konser band tersebut, saya merayu ibunda yang kala itu masih sakit dengan rayuan maut. “Ayolah Bun, kan belum pernah nonton konser sekalipun,” ucap saya sambil memelas ke Ibunda. Orang tua saya yang bisa dikatakan protektif, bukan kolot ya, awalnya melarang untuk ikut, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Maklum saja karena saya perempuan dengan tinggi badan tergolong mini. Konser yang identik dengan sorak sorai penonton, jingkrak-jingkrak, dan uyel-uyelan itu membuat orang tua khawatir. Tapi akhirnya setelah berdiskusi sana-sini dan saya bisa memastikan beliau kalau saya tidak sendirian, akhirnya diapprove. Saat menonton konser, sayapun hanya turut bernyanyi-nyanyi, loncat-locat sekedarnya dan tertawa bersama teman-teman, kala itu saya masih kuliah di Malang.

Fan related to persons is someone who admires and supports a person, sport, sports team, etc (menurut Cambridge Advance Learner’s Dictionary 3rd edition). Pengertian tersebut menggambarkan bahwa sebagai fans, selayaknya untuk men-support idolanya apalagi kalau yang dilakukan untuk kebaikan, namun yang namanya idola juga manusia yang tak luput dari kelalaian atau kesalahan. Mereka punya pilihan yang tekadang membuat fans menjadi kecewa. They aren’t god. Itulah yang seharusnya ditanamkan kepada semua fans. Sayangnya tidak semua fans tersebut mengerti tentang keadaan itu. Pernah mendengar penyanyi legendaris asal Inggris yang namanya diabadikan menjadi nama sebuah Bandara di Liverpool, John Lennon? Pendiri The Beatles tersebut meninggal akibat diserang oleh fansnya sendiri. Ada juga berbagai macam aksi fans yang mencelakakan idolanya, itu tragis menurut saya.

Karena hanya sekali menonton live concert, yang benar-benar menonton langsung, bukan siaran televisi. Saya akhirnya sering kali melihat konser streaming atau tayangan yang diputar ulang, baik di dalam maupun di luar negeri, tak jarang melihat para penonton konser tersebut tertawa, gembira, menjerit histeris, bahkan ada pula yang sampai menangis. Hal terakhir itulah yang membuat heran, menangis bahagia kan cukup sebentar, tapi tidak, mereka menangis menjerit-jerit macam orang kesurupan. What’s going on? Pertemuan itu masih berjarak, apalgi kalau bertatap muka, entah bagaimana membayangkannya. Saya tidak yakin kalau anggota keluarga mereka meninggal, tangisan mereka bakal seperti itu juga. Pernah seorang teman bercerita tentang berbagai macam fans yang basically di management yang sama namun saking fanatiknya, kalau idol groupnya diejek, mereka akan marah dan balik mengejek. Bahkan pernah di salah satu negara, saking marahnya barangkali, mereka sampai saling jambak. Untuk apa coba? Membela idol yang mereka notabene mereka biasa-biasa saja dengan idol yang lainnya, tapi sang fans merasa terhina jika harga diri idolnya dilecehkan oleh fans idol yang lain. Salahkah kalau dikatakan lebay? Ah, mungkin benar kata agama, jangan “berlebihan”. Kalau merokok bisa mendatangkan penyakit, menyukai suatu hal secara berlebihan juga bisa lho. Contohnya para fans tadi, saling umpat, ejek, pukul-memukul, dan hal-hal lain yang bisa menyebabkan hati menjadi panas, nah itu kan bagian dari penyakit hati. Saya menyukai salah satu Football Club di Inggris, kala saya menyinggung club yang lain, saya menganggap hanya guyonan saja, bukan yang menjunjung mati-matian sampai membalas dengan ketus dan tak beradab. Ya sudahlah kalau di negara lain berbuat yang aneh-aneh, tapi kalau di Indonesia apalagi para remaja? Untuk hal sepele saja diributkan, kalau hal yang besar nantinya bagimana ya? “Mereka kan masih tahap pendewasaan”. Tapi please ya, itu kan kehidupan pribadi orang lain yang tidak akan berpengaruh terhadap kehidupan kalian. Kata almarhumah ibunda dulu, kalau gendeng (gila) bisa diobatkan tapi kalau nggendengi (tergila-gila) itu susah sekali diobatinya, back to each person, mau berubah waras atau tidak. Indonesia terkenal dengan keramah-tamahan orangnya, semoga saja kejadian fans-fans yang aneh-aneh itu hanya diketahui oleh sebagian orang saja, tidak terekspose kemana-mana, malu minta ampun kali ya. Hehe Figur yang selama ini dibangun oleh Rasulullah SAW sejak berabad-abad yang lalu ternyata kalah pamor oleh aktor, aktris, idol group atau apalah itu yang tenarnya baru hitungan tahun, belum abad. Pun kedua orang tua yang selama ini mendidik dan membesarkan anaknya kalah, padahal mereka yang paling dekat dengan hidup kita, bukan yang diluaran sana. Mereka lebih membela idolanya saat “diejek” oleh orang lain ketimbang membela orang tuanya yang dengan susah payah merawat anaknya hingga sedemikian rupa. What happened? Kiblat yang dulunya berada di Makkah Al Mukarromah apakah telah berubah ke negara lain? semoga saja tidak. Adik-adik, kawan-kawan, juga kakak-kakak, returned your soul. Semua itu hanyalah kesenangan yang sementara, lama kelamaan hati kalian akan merasakan kosong, yang ternyata kekosongan itu akan terisi oleh kesucian yang berasal dari keyakinan, agama. Itu semua menurut pendapat pribadi saya, kebenaran hanya milik Allah SWT. Semoga bermanfaat ^_^ Sumber: http://news.liputan6.com/read/15819/john-lenon-diabadikan-di-bandara-liverpool http://hot.detik.com/music/read/2014/12/09/163522/2772323/228/1/34-tahun-kepergian-john-lennon-10-tahun-kematian-dimebag-darrell http://sidomi.com/400587/fans-one-direction-dan-fans-k-pop-perang-di-twitter/

Loading...

normaulia | don't do anything without thinking

normaulia ~ don't do anything without thinking — Review Drama Korea 2016 (Part 1) 14 Tuesday MAR 2017 POSTED BY @NORMAULIA_ IN D RAMA, FILM » LEAVE ...

2MB Sizes 9 Downloads 22 Views

Recommend Documents

No documents