Welcome ^^

Loading...
More Next Blog»

Create Blog Sign In

Welcome ^^ Create your own at MyNiceProfile.com SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 CLOCKLINK

Perbedaan Akuntansi Nasional dengan Akuntansi Internasional TUGAS AKUNTANSI INTERNASIONAL AKUNTANSI INTERNASIONAL DAN AKUNTANSI NASIONAL Disusun oleh: Nama: Odelia Julita Kalina NPM: 25210245 Kelas: 4EB04

WELCOME

Universitas Gunadarma

BAB I Pendahuluan

MyNiceProfile.com

1.1 Latar Belakang Masalah Usaha globalisasi ditandai dengan munculnya perusahaan-perusahaan yang bersifat multinasional di sebagian besar negara. Tujuan utama perusahaan multinasional adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dengan mendapatkan investor maupun konsumen secara global. Namun, terdapat perbedaan praktek akuntansi yang dari berbagai negara baik di antara negara maju yang satu dengn negara maju lainnya, maupun perbedaan antara negara berkembang dengan negara berkembang lainnya, bahkan antara negara maju dengan negara berkembang. Perbedaan yang demikian ini dapat dimengerti mengingat ilmu akuntansi sebagai bagian dari ilmu sosial akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana praktek akuntansi tersebut berada. Akuntansi hanya akan bermanfaat apabila sesuai dengan tuntutan masyarakat yang menjadi bagian dari lingkungan akuntansi tersebut. Adanya perbedaan praktek akuntansi yang diakibatkan oleh adanya perbedaan standar akuntansi dapat mengakibatkan daya banding akuntansi menjadi berkurang atau bahkan hilang sama sekali. Suatu laporan keuangan yang merupakan hasil dari proses akuntansi pada suatu perusahaan di suatu negara yang menunjukkan adanya laba atau menggambarkan kinerja yang baik, dapat saja akan menunjukkan perbedaan yang sebaliknya apabila laporan keuangan tersebut dibuat berdasarkan standar akuntansi di negara yang memiliki standar berbeda dengan laporan keuangan tersebut. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan dari uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah sebagai

Ada kesalahan di dalam gadget ini TOTAL TAYANGAN HALAMAN

4 4 5 9 3 3

ARSIP BLOG t 2014 (6) t September (1) Perbedaan Akuntansi Nasional dengan Akuntansi Inte... Juli (1) Juni (2) Mei (1) Januari (1) 2013 (15) 2012 (34) 2011 (24) 2010 (3)

berikut. 1. Perbedaan akuntansi nasional dengan akuntansi internasional 2. Bentuk laporan keuangan sebelum IFRS dan setelah IFRS 1.3 Batasan Masalah Makalah ini hanya membahas sebatas akuntansi nasional dan akuntansi internasional dengan contoh PSAK dan IFRS saja. 1.4 Tujuan Penulisan Makalah 1. Untuk mengetahui perbedaan akuntansi nasional dengan akuntansi internasional

Gunadarma

2. Untuk mengetahui bentuk laporan keuangan sebelum IFRS dan setelah IFRS

NEWS STUDENSITE

BAB II PEMBAHASAN

Seminar, Workshop & Pameran 3D Printing Technology Opportunities & Challenges

2.1 Definisi Akuntansi Internasional dan Akuntansi Nasional Akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi antar negara, perbandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Perkembangan akuntansi internasional sekarang ini semakin pesat dan perhatian profesi akuntan pun terhadap masalah ini semakin besar. Sedangkan akuntansi nasional adalah akuntansi yang hanya berlaku dalam satu negara tertentu sesuai dengan sifat nasional atau transaksi negara tersebut. 2.2 Perbedaan akuntansi nasional dengan akuntansi internasional Perbedaan secara umum akuntansi nasional dengan akuntansi internasional adalah sebagai berikut: Keterangan

Akuntansi Nasional

Akuntansi Internasional

Sistem hukum

Berdasarkan negara-negara Berdasarkan negara-negara yang menganut hukum yang menganut hukum Code common Low

Bahasa

law

Akuntansi nasional Menggunakan bahasa umumnya menggunakan internasional yaitu bahasa bahasa nasional ngeara itu inggris yang sesuai dengan sendiri

standar internasional

Pengguna laporan

Hanya masyarakat pada Pengguna kepentingan di negara yang bersangkutan seluruh dunia

Prinsip akuntansi

Cenderung

Batas Negara

menggunakan Menggunakan

prisip

prisip akuntansi GAAP

akuntansi IFRS

Dalam akuntansi nasional, batas Negara tidak terlalu diperhatikan, karena perusahaan lebih banyak melakukan penjualan di wilayah negaranya

Sedangkan pada akuntansi internasional batas Negara menjadi hal yang sangat diperhatikan, karena jika terjadi pelanggaran akan menimbulkan masalah bagi perusahaan

Pelaporan untuk pihak lain Tidak perlu diadakannya Perlu diadakannya pelaporan di negara yang berbeda pelaporan untuk pihak lain di untuk pihak lain di Negara Negara berbeda berbeda, karena berkaitan dengan MNC (multi national corporation) 2.3 Bentuk laporan keuangan sebelum IFRS dan setelah IFRS Adapula perbedaan akuntansi nasional dengan akuntansi internasional yang lebih terperinci dalam bentuk laporan keuangannya berdasarkan PSAK dan IFRS, yaitu sebagai berikut: Keterangan

PSAK

IFRS

Sumber

PSAK No.1 (revisi 1998), IAS 1, Presentation of Penyajian Keuangan

Neraca

Laporan Financial Statements

Memerlukan penyajian asset Penyajian bukan asset lancar lancar maupun asset tidak ataupun asset tidak lancar, lancar kecuali untuk industry hanya bila penyajian tertentu seperti bank likuiditas lebih relevan dan dapat diandalkan untuk item tertentu

Laporan kinerja keuangan

Laporan laba rugi

Laporan laba komperhensip

Laporan laba/rugi

Sama seperti IFRS. Tetapi, Tidak

rugi

memiliki

format

ada perbedaan rincian item yang disajikan pada laporan pendapatan yang diterima dimuka

standar meskipun pengeluaran harus disajikan dengan memilih salah satu dari dua format

Laporan arus kas (format Sama dengan IFRS tetapi dan metode) dalam beberapa entitas harus menggunakan metode langsung

Pos standar tetapi ketentuan terbatas pada isisnya. Menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung.

Pos luar biasa

Item pos luar biasa masih Dilarang dalam IFRS harus dilaporkan

Penyajian keuntungan dan kerugian yang diakui / Pendapatan komperhensif lainnya

Diakui adanya keuntungan dan kerugian yang disajikan dalam laporan perubahan ekuitas pemegang saham

Menyajikan laporan keuangan yang mengakui leuntungan dan kerugian dalam catatan terpisah ataupun tidak pada laporan perubahan ekuitas pemegang saham

Hasil Presentasi perusahaan Secara asosiasi

khusus

tidak Menggunakan

metode

memerlukan penunjukkan ekuitas yang menunjukkan hasil saham sesudah pajak hasil saham sesudah pajak

Pengungkapan tentang asosiasi

signifikan Pengungkapan yang kurang Memberikan informasi yang dibandingkan dengan IFRS. rinci atau signifikan atas Informsai yang signifikan aktiva, kewajiban, aktiva, kewajiban, pendapatan dan hasil pendapatan, dan hasil yang tidak diperlakukan

Tanggung jawab laporan Manajemen keuangan Komponen

Tidak diatur

laporan Neraca, laporan labarugi, Laporan keuangan, laporan

keuangan

laporan arus kas, laporan

laba-rugi

BAB III KESIMPULAN 3.1 Kesimpulan Mengingat manfaat dan pentingnya adopsi IFRS, langkah yang tepat bagi Indonesia untuk mengimplementasikan IFRS di tahun 2012. Pengadopsi standar akuntansi Indonesia dengan IFRS memiliki manfaat bagi iklim investasi di Indonesia dengan tingkat komparabilitas yang lebih tinggi, namun dalam kualitas penyajian pelaporan keuangan akan membawa dampak perubahan yang signifikan, tapi perubahan tersebut akan membawa dampak positif dalam pengungkapan informasi keuangan dalam dunia pelaporan keuangan saat ini.

Sumber: http://blognyavita.blogspot.com/2012/06/persamaan-dan-perbedaan-sistem.html http://callme-tod.blogspot.com/2013/03/akuntansi-internasional-tugas-i.html http://vahmy76.wordpress.com/2012/11/26/persamaanperbedaan-ifrs-dan-psak/ http://megaanggita.blogspot.com/2013/04/perbedaan-psak-danifrs-1.html https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20111007210432AAkICPs http://magisterakutansi.blogspot.com/2013/02/laporan-keuangan-sesuai-ifrs_6777.html http://diploma4stan.wordpress.com/2012/02/16/penyajian-laporan-keuangan/ Diposting oleh Odelia di 9/08/2014 09:28:00 PM

SELASA, 01 JULI 2014

Konvergensi IFRS AKUNTANSI INTERNASIONAL Disusun oleh: Agus Nuramin (20210331) Maretta Fransiska (24210200) Odelia JelitaK (25210245) Risma Puspitasari (26210052) Zulfa Amalia Anugrah (28210836) KELAS : 4EB04

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Di dalam akuntansi keuangan dikenal adanya standar yang harus dipatuhi dalam pembuatan laporan keuangan. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Hal ini tentunya akan menjadi masalah bagi para pengguna karena akan menyulitkan untuk memahami laporan keuangan yang ada. Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap Negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor, dan kreditur yang lingkup kerjanya melewati batas Negara. Ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas Negara, sumber daya produksi (misalnya uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu Negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke Negara lain misalnya melalui mekanisme bursa saham. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di Negara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di Negara lain. Agar pemahaman laporan keuangan menjadi lebih mudah, maka perlu ditetapkannya suatu aturan atau standar yang seragam. Atas dasar hal tersebut muncullah isu konvergensi. Dengan adanya konvergensi diharapkan dapat menjembatani persepsi yang keliru dalam mengartikan laporan keuangan karena semua Negara aturannya seragam dengan pemahaman yang sama. Jadi dengan konvergensi, diharapkan tidak akan ada lagi persepsi yang salah dalam menginterpretasikan laporan keuangan. Maka berdasarkan uraian tersebut, penulis tertarik mengangkat judul “Analisis Konvergensi PSAK ke IFRS.” 1.2. Rumusan Masalah Berdasarkan uraian dari latar belakang di atas, maka rumusan masalahnya adalah bagaimana perbandingan antara PSAK sebelum dan sesudah konvergensi IFRS. 1.3. Batasan Masalah Untuk batasan atau ruang lingkup masalah, data yang digunakan dalam pembahasan ini adalah buku PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan), PSAK 3 (Laporan Keuangan Interim), dan PSAK 16 (Aset Tetap), dan sebagai perbandingan digunakan data-data IFRS/ IAS yakni IAS 1 (Presentation of Financial Statement), IAS 34 (Interim Financial Report), dan IAS 16 (Property, Plant, and Equipment). 1.4. Tujuan Penulisan Makalah Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui beberapa perubahan dalam penerapan PSAK 1, PSAK 3, dan PSAK 16 yang berbasis IFRS (IAS 1, IAS 34, dan IAS 16) dan membandingkannya. Ini merupakan salah satu cara dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi konvergensi IFRS.

BAB II PEMBAHASAN

2.1.Definisi PSAK dan IFRS PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan) adalah standar yang digunakan untuk pelaporan keuangan di Indonesia. PSAK digunakan sebagai pedoman akuntan dalam membuat laporan keuangan. Sedangkan IFRS (International Financial Reporting Standard) merupakan pedoman penyusunan laporan keuangan yang diterima secara global/ internasional. Indonesia sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dunia telah merespon perubahanperubahan sistem pelaporan keuangan terkini dengan melakukan konvergensi IFRS kedalam PSAK. Dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan tujuh manfaat sekaligus, yaitu: 1. Meningkatkan kualitas Standar Akuntansi Keuangan (SAK). 2. Mengurangi biaya SAK. 3. Meningkatkan kredibilitas dan kegunaan laporan keuangan. 4. Meningkatkan komparabilitas pelaporan keuangan. 5. Meningkatkan transparansi keuangan. 6. Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang penghimpunan dana melalui pasar

modal. 7. Meningkatkan efisiensi penyusunan laporan keuangan.

2.2.PSAK 1 (Penyajian Laporan Keuangan) Pernyataan ini mengatur persyaratan bagi penyajian laporan keuangan, struktur laporan keuangan, persyaratan minimum, dan isi laporan keuangan. Entitas menerapkan Pernyataan ini dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan bertujuan umum sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Pernyataan ini tidak berlaku bagi penyusunan dan penyajian laporan keuangan entitas syariah. Secara umum perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan PSAK 1 (Revisi 1998): Penyajian Laporan Keuangan adalah sebagai berikut: Perihal

ED PSAK 1 (Revisi 2009)

PSAK 1 (Revisi 1998)

Referensi

ED PSAK 1 (Revisi 2009) PSAK 1 (Revisi 1998) mengadopsi IAS 1 Presentation of mengadopsi IAS 1Disclosure Financial Statements (2009) IFRS of Accounting Policies (1997) GAAP

Terjemahan untuk liability

Liabilitas

Definisi istilah

Terdapat definisi istilah yang Tidak terdapat definisi istilah digunakan, yaitu laporan keuangan yang digunakan. untuk tujuan umum, tidak praktis standar akuntansi keuangan, material, catatan atas laporan keuangan,penghasilan komprehensif lain, pemilik, laba atau rugi.

Kewajiban

Informasi yang Informasi yang disajikan dalam disajikan dalam laporan keuangan meliputi: laporan keuangan a. Aset b. Liabilitas c.Ekuitas d.Pendapatan dan e.Kontribusi dari dan distribusi kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik f. Arus kas

Informasi yang disajikan dalam laporan meliputi: a. Aset b. Kewajiban c. Ekuitas d. Pendapatan dan beban e. Arus kas

Tanggung jawab atas Tidak mengatur mengenai pihak Manajemen bertanggung laporan keuangan yang bertanggung jawab atas jawab atas laporan laporan keuangan. keuangan. Komponen laporan Komponen keuangan yang lengkap: keuangan yang Laporan posisi keuangan (neraca) lengkap Laporan laba rugi komprehensif Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan Laporan posisi keuangan awal periode komparatif sajian akibat penerapan retrospektif, penyajian kembali, atau reklasifikasi pos-pos laporan keuangan

Komponen laporan keuangan yang lengkap: Neraca Laporan laba rugi Laporan perubahan ekuitas Laporan arus kas Catatan atas laporan keuangan Kepatuhan terhadap SAK

Entitas membuat pernyataan Tidak diatur bahwa laporan kepatuhan atas SAK dalam laporan keuangan yang memuat pernyataan kepatuhan entitas atas SAK. Penyimpangan dari Penyimpangan dari suatu PSAK Tidak diatur adanya suatu PSAK diijinkan jika kepatuhan atas PSAK penyimpangan dari suatu tersebut bertentangan dengan tujuan PSAK laporan keuangan dalam KDPPLK. Pemilihan dan penerapan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam PSAK Tepat waktu

Tidak diatur bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK. Hal tersebut akan diatur dalam PSAK 25, jika PSAK 25 sudah mengadopsi IAS 8 terkini.

Terdapat pengaturan bagaimana memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak diatur dalam suatu PSAK.

Tidak diatur kapan entitas sebaiknya Entitas sebaiknya mengeluarkan laporan keuangan mengeluarkan laporan keuangan paling lama 4 bulan setelah tanggal neraca.

Klasifikasikan Liabilitas keuangan yang dibiayai Liabilitas tersebut liabilitas yang kembali yang akan jatuh tempo diklasifikasikan sebagai dibiayai kembali dalam 12 bulan setelah periode liabilitas jangka panjang. pelaporan diklasifikasikan sebagai laibilitas jangka pendek, jika entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk membiayai kembali. Klasifikasi liabilitas yang terjadi pelanggaran, perjanjian utang.

Pelanggaran perjanjian utang yang Tidak diatur mengenai hal mengakibatkan kreditur meminta tersebut. percepatan pembayaran, maka liabilitas tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka pendek, meskipun kreditur mengijinkan penundaan pembayaran selama 12 bulan setelah tanggal pelaporan tetapi persetujuan tersebut diperoleh setelah tanggal pelaporan.

Pos luar biasa

Penggunaan istilah “pos luar biasa” Penggunaan istilah “pos luar tidak diperkenankan. biasa” diperkenankan.

Pos-pos yang minimal harus disajikan dalam laporan laba rugi komprehensif.

Pos-pos berikut termasuk yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi (bagian dari laporan laba rugi komprehensif): Beban keuangan Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas.

Pos-pos yang minimal disajikan dalam laporan laba rugi tidak termasuk: Beban keuangan Keuntungan atau kerugian dari operasi yang dihentikan. Bagian pendapatan komprehensif lain dari entitas asosiasi dan joint ventures yang menggunakan metode ekuitas.

2.2.1. Perbedaan ED PSAK 1 (Revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan dengan IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements ED PSAK 1 (2009): Penyajian Laporan Keuangan mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 1 (2009): Presentation of Financial Statements, kecuali untuk paragraf-paragraf berikut: IAS 1 paragraf 2 yang menjadi PSAK 1 paragraf 2 mengenai ruang lingkup, yang mana ditambahkan kalimat yang menyatakan bahwa PSAK 1 tidak berlaku untuk entitas syariah karena penyajian laporan keuangan syariah diatur dalam PSAK 101:Penyajian Laporan Keuangan Syariah. IAS 1 paragraf 5, mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas nirlaba dan entitas sektor publik, dihilangkan. Karena pelaporan keuangan entitas nirlaba diatur dalam PSAK 45: Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba dan entitas sektor publik diatur dalam standar akuntansi pemerintah bukan standar akuntansi keuangan. IAS 1 paragraf 6, mengenai penerapan IAS 1 bagi entitas tanpa ekuitas (misalnya reksa dana) dan entitas yang modalnya bukan ekuitas (misalnya koperasi), dihilangkan. Karena penyajian laporan keuangan reksa dana diatur dalam PSAK 49:Akuntansi Reksa Dana dan koperasi diatur dalam PSAK 27: Akuntansi Perkoperasian. Implementation Guidance dari IAS 1 tentang ilustrasi penyajian laporan posisi keuangan disesuaikan dengan penyajian laporan posisi keuangan (neraca) yang selama ini berlaku di Indonesia. Implementation Guidance tersebut menyajikan laporan posisi keuangan. 2.3.PSAK 3 (Laporan Keuangan Interim) Pernyataan ini diterapkan bagi entitas yang disyaratkan atau memilih untuk menerbitkan laporan keuangan interim sesuai SAK, tidak mengatur entitas yang disyaratkan menerbitkan laporan keuangan interim. Laporan keuangan interim adalah laporan keuangan, baik laporan keuangan lengkap atau laporan keuangan ringkas untuk suatu periode interim.Periode interim merupakan suatu periode yang lebih pendek dari satu tahun buku penuh.Secara umum perbedaan antara ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim dengan PSAK 3 (1994): Laporan Keuangan Interim adalah sebagai berikut: Perihal

ED PSAK 3 (revisi 2010)

PSAK 3 (1994)

Ruang lingkup Tidak menentukan entitas yang harus menerapkan PSAK ini. Entitas yang diwajibkan atau memilih untuk menyajikan laporan keuangan interim harus mengikuti ketentuan dalam PSAK ini.

Perusahaan yang diwajibkan oleh peraturan perundangan yang berlaku.

Pandangan Laporan Interim

Laporan Keuangan Interimmerupakan bagian integraldengan laporan keuangan Keuangan

minimal Laporan posisi keuangan Tidak dijelaskan. Keuangan ringkas dan laporan laba rugikomprehensif ringkas.

Format dan isi Laporan Keuangan Interim Laporan keuangan interim lengkap mengikuti PSAK 1. Laporan keuangan interim ringkas minimal mencakup judul dan subjudul dalam laporan keuangan tahunan dan catatan penjelasan.

Tidak dijelaskan.

Catatan penjelasan tertentu dan kepatuhan terhadap SAK Penjelasan mengenai catatan penjelasan tertentu dan informasi minimalnya. Pengungkapan kepatuhan terhadap SAK.

Tidak dijelaskan.

Periode laporan keuangan Interim komparatif Laporan posisi keuangan per periode interim dengan tahun buku sebelumnya. Laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas komparatif dengan periode interim sebelumnya.

Tidak dijelaskan.

Pembicara : Ir. Alva Edy Tontowi, Ph.D (Associate Professor Teknik Mesin & Industri Universitas Gajah Mada) Dr. Sunyoto (Jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma) Dr. Haris Rudianto (Jurusan Teknik Mesin Universitas Gunadarma) Moderator : Prof. Dr. Bambang Suryawan (Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma) Pendaftaran untuk Mahasiswa Universitas Gunadarma, klik PENDAFTARAN MAHASISWA Seminar "Digital Economics:Perspectives of Psychology, Economics and Information Technology" Universitas Gunadarma bekerjasama dengan University of Boras, Swedia, akan menyelenggarakan seminar dgn tema Digital Economics:Perspectives of Psychology, Economics and Information Technology. Seminar akan dilaksanaan pada, Hari/tgl: selasa/9 Januari 2018 Pukul: 09. 00-11. 30 wib Tempat: auditorium lantai 5 kampus simatupang Pembicara: Dr. Klas Hakan Alm (University of Boras, Swedia) Dr. Avinanta Tarigan (universitas Gunadarma, Jakarta) Moderator: Dr. Tubagus Maulana Kusuma Pendaftaran bisa dilakukan melalui link berikut klik PENDAFTARAN Seminar Nasional "Islamic Creativepreneur" Masyarakat Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan industri kreatif di tanah air, bahkan hingga ranah internasional. Data statistik dan hasil survey Ekonomi Kreatif tahun 2015, menunjukkan bahwa sektor ini menyumbangkan 852 triliun rupiah terhadap PDB nasional (7,38%), menyerap 15,9 juta tenaga kerja (13,90%), dan nilai ekspor US$ 19,4 miliar (12,88%). Hal ini membuktikan bahwa Ekonomi Kreatif memiliki potensi untuk berkembang di masa mendatang. SHARIA ECONOMIC FORUM (SEF) UNIVERSITAS GUNADARMA mempersembahkan, Seminar Nasional Aktualisasi Ekonomi Syariah yang bertemakan "Islamic Creativepreneur", yang akan diselenggarakan pada: Hari,Tanggal: Sabtu, 20 Januari 2018 Pukul: 08.30 -16.00 WIB . Tempat: Ruang Cinema J167 Kalimalang, Universitas Gunadarma, Jl. KH Noer Ali, Bekasi Barat. Seminar 1 | 08.30 – 12.00 WIB "Create Your Passion with Digitalization to be Islamic Creativepreneur" Pembicara: 1. Dikry Paren (Founder heihijab.com dan COO Indves - Crowdfunding Syariah)* 2. Muhamad Junaedi (Campaign Support Manager Kitabisa.com) 3. Representatif Badan Ekonomi Kreatif* Moderator: Aidil Wicaksono (Dosen Universitas Gunadarma) Seminar 2 | 12.30 - 16.00 WIB "Optimalization of Islamic Business in Developing Creative Industry" Pembicara: 1. Ir. H. Heppy Trenggono, M. Kom (Founder dan CEO United Balimuda Group)* 2. Muhammad Anwar Bashori (Dir. Kepala Dept. Ekonomi dan Keuangan Syariah BI)* 3.Shinta Witoyo Dhanuwardoyo (Kepala Bisnis Digital, E-Commerce dan Startups KADIN)* Moderator: Aulia Nugraha (Dosen Universitas Gunadarma)* Nb : Pembicara dalam tahap konfirmasi (*) HARGA TIKET MASUK: Rp 35.000,- / Sesi Fasilitas: Ilmu yang bermanfaat, Sertifikat, Modul, Souvenir, dan Snack PENDAFTARAN: Pendaftaran melalui WhatsApp: Ketik: SN1/2_Nama Lengkap_L/P_Instansi_No.Hp_Email/ Pendaftaran melalui Website: sef.or.id/semnas2018 Contoh: SN1_Septian Nudin_ L_Universitas [email protected] Kirim ke: +6282111130583 (Laki-Laki) +6285921670989 (Perempuan) Lowongan Kerja PT. Mirwan Suwarso Partners (Super Soccer TV) PT. Mirwan Suwarso Partners, is a media entertainment with its main product is Super Soccer TV. Super Soccer TV is an online-based television network that focuses on Football. From Live Matches, Replays and Highlights, up-close and personal interviews/stories to official club channels, we've got it all covered for the footyheads all over the nation. Established in 2008 as a portal for Footballnews, our company has been constantly evolving ever since, striving to bring out innovations. As the exclusive license holder for Serie-A match broadcast and many Football programs, we are currently on our way to become the best one-stop football platform in Indonesia. As the exclusive license holder for Serie-A match broadcast and many Football programs, we are currently on our way to become the best one-stop football platform in Indonesia. Our company is now growing fast and is welcoming to all talented and well-experienced human resources. It will be a great place to grow and expand your career. SOFTWARE ENGINEER Job Requirements: - Fresh Graduate from Diploma/Bachelor Degree in Engineering (Computer/Telecommunication), Computer Science/Information Technology or equivalent. - At least 1 Year(s) of working experience in the related field will be an advantage - Required Skill(s): JavaScript - Excellent skills in React Node.js or good knowledge of Javascript (react. vue, angular) - Able to operate *nix environment and using Cli - Have knowledge in React-Apollo, open-source projects, will be an advantage. - Able to perform debug non-trivial application code. - Has the ability of system architecture and web-design. - Excellent problem-solving skills and eager to learn new tools - Able to work as a team and individual. Job Responsibilities: - Work mostly with code in Node.js - Working in a *nix environment & using Cli - Build Features and Systems. - Create scalable back-end - Perform the problem-solving and debug non-trivial application code - Able to develop new tools, techniques, languages, and technologies - Coordinate with the team and direct supervisor Benefits: - Flexible working hours - Social & Medical Insurance - JSHK - Meal/Transport Allowance How to apply: your Resume/CV here or; - Send your latest Resume/CV to [email protected] or [email protected] There will be open recruitment at Campus F5 Universitas Gunadarma Jl. Kapok Margonda. Friday December 22, 2017. From 9:00 to 15:00 WIB Seminar Nasional Halal Industry Challenges and Opportunities Rangkaian kegiatan Gunadarma Agro, Tourism and Sharia Expo 2017 (GATS 2017) diselenggarakan atas kerjasama Prodi Agroteknologi, Prodi Pariwisata dan Prodi Ekonomi Syariah Universitas Gunadarma. Salah satu rangkaian GATS 2017 yaitu "Seminar Nasional Halal Industry: Challenges and Opportunities" Seminar ini akan diselenggarakan pada: Hari : Kamis, 21 Desember 2017 Pukul : 08.00 - 12.00 WIB Tempat : Auditorium Lt 5 Tower A Kampus Graha Simatupang, Univ. Gunadarma, Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 51B RT 001/ 008, Jati Padang Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta – 12520 Narasumber: Muhamad Rizky Rizaldy., SE., MM., M.Sc (Dosen dan Peneliti Univ. Gunadarma) Akhmad Affandi Mahfudz., PhD (Direktur ZICO Syariah) Mas Mono (Pemilik Kuliner Halal "Ayam Bakar Mas Mono") Fasilitas: Sertifikat dan e-Materi HTM: FREE Kuota Terbatas! Mahasiswa 100 peserta, Dosen quota 50 peserta, Masyarakat Umum quota 50 peserta Untuk pendaftaran, klik PENDAFTARAN Pendaftaran akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi More Information Maulana Syarif Hidayatullah ( 08569566-6005 ) E-Mail: [email protected] Salam, Panitia Seminar Seminar Nasional Smart & Urban Farming Gunadarma Agro, Tourism and Sharia Expo (GATS) 2017 disingkat GATS 2017 merupakan rangkaian agenda bersama 3 program studi di Universitas Gunadarma yaitu Agroteknologi, Pariwisata dan Ekonomi Syariah. Dalam rangkaian GATS 2017 tersebut, Program Studi Agroteknologi akan menyelenggarakan Seminar Nasional Smart & Urban Farming dengan Tema "Teknologi Smart Farming: Peluang dan Tantangan dalam Pertanian Perkotaan dalam mendukung Ketahanan Pangan dan Ekonomi Keluarga Indonesiaâ€. Salah satu tujuan dari seminar ini adalah memberikan informasi terkini (up-todate) khususnya bagi para dosen, mahasiswa, dan masyarakat umum tentang berbagai masalah, aspek budidaya, komoditas, peluang usaha & penelitian bersama, serta teknologi terapan kaitannya dengan pertanian perkotaan. Seminar ini akan diselenggarakan pada: Hari : Rabu, 20 Desember 2017 Pukul : 08.00 - 13.00 WIB Tempat : Auditorium Lt 5 Tower A Kampus Graha Simatupang, Univ. Gunadarma, Jl. Letjen T.B. Simatupang No. 51B RT 001/ 008, Jati Padang Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta - 12520 Narasumber: - Prof. Dr. Ir. Slamet Susanto, MSc. (Dosen Agronomi dan Hortikultura IPB dan Ketua Perhimpunan Hortikultura Indonesia) - Dr. Nur Sultan Salahuddin, ST., MT. (Dosen Teknik Komputer Universitas Gunadarma spesialis untuk Teknologi Mobile dan Sensor dalam Smart Farming) - Dr. Sigit Widiyanto, ST., MSc. (Dosen Teknik Informatika Universitas Gunadarma spesialis pada Teknologi Computer Vision dan Citra dalam Smart Farming) - Wirawan Hartawan (Praktisi & Owner PT. Hydrofarm spesialis pada Terapan Teknologi Smart Farming & Hionik) Fasilitas: Sertifikat, Seminar kit, e-Materi, dan Snack FREE Kuota Terbatas!

Putri Irene Kanny 082312129815 Inti Mulyo Arti 085921680525 E-Mail [email protected] Seminar dan Diskusi Nasional Tindak Lanjut Pasca Tax Amnesty Dalam Rangka Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak Tax Center Universitas Gunadarma mempersembahkan, Seminar dan diskusi nasional dengan tema "Tindak Lanjut Pasca Tax Amnesty Dalam Rangka Kepastian Hukum Bagi Wajib Pajak" yang akan diselenggarakan pada: Hari/Tanggal : Rabu, 13 Desember 2017 Pukul : 13.00 - 16.00 WIB Tempat : Auditorium D462 Universitas Gunadarma Acara ini gratis dan mendapatkan sertifikat. Pendaftaran: kunjungi taxcenter.gunadarma.ac.id Contact Person: 0856 9278 9235 (Panitia) LOWONGAN PEKERJAAN PART TIMER PPMB

Perubahan estimasi Perubahan estimasi signifikan Tidak dijelaskan. signifikan pada periode yang diterjadi pada periode interim terakhir interim terakhir harus diungkapkan dalam laporan keuangan tahunan. Pendapatan musiman, Pedapatan musiman, siklusan, Tidak dijelaskan. siklusan, dan tidak teratur dan tidak teratur dapat diantisipasi atau ditangguhkan. tidak Beban yang tidak beraturan Tidak dijelaskan. dapat diantisipasi atau ditangguhkan.

2.3.1. Perbedaan ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim dengan IAS 34 Interim Financial Reporting per 1Januari 2009 ED PSAK 3 (revisi 2010): Laporan Keuangan Interim mengadopsi seluruh IAS 34 Interim Financial Reporting per1 Januari 2009, kecuali: IAS 34 paragraf 1 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang ruang lingkup dengan menghilangkan anjuran untuk entitas yang menjual efeknya ke publik untuk menyajikan laporan keuangan interim. Hal ini sudah diatur oleh peraturan yang berlaku. IAS 34 paragraf 14 tentang interaksi antara laporan keuangan interim dengan laporan keuangan interim, tidak diadopsi. Hal ini disesuaikan dengan pengaturan laporan keuangan konsolidasian dalam PSAK 4 (revisi 2009): Laporan Keuangan Konsolidasian dan Laporan Keuangan Tersendiri. IAS 34 paragraf 46 yang menjadi ED PSAK 3 (revisi 2010) tentang tanggal efektif dengan menghilangkan penerapan dini. Pertimbangannya penerapan dini hanya dapat dilakukan dengan tepat jika seluruh pengaturan dalam IFRSs diadopsi secara bersamaan menjadi SAK. Adopsi IFRSs menjadi SAK di Indonesia dilakukan secara bertahap. IAS 34 paragraf 47 dan 48 tentang tanggal efektif untuk dampak amandemen IFRSs, tidak diadopsi. Hal ini tidak relevan karena IFRSs yang diamandemen belum diadopsi sebelumnya. IAS 34 appendix B paragraf B31-B33 yang menjadi ED PSAK 3 lampiran B paragraf B31B33 tentang pelaporan keuangan interim pada ekonomi hiperinflasi dengan menghilangkan rujukan ke PSAK, karena ekonomi hiperinflasi belum diatur dalam PSAK tersendiri. 2.4.PSAK 16 (Aset Tetap) Aset tetap adalah aset berwujud (tangible) yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif dan diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode,“digunakan dalam operasi” dan tidak untuk dijual kembali, bersifat jangka panjang dan biasanya disusutkan.Secara umum perbedaan antara ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap dengan PSAK 16 (2007): Aset Tetap adalah sebagai berikut: ED PSAK 16 (revisi 2011)

Pengecualian terhadap Menambahkan pengecualian ruang ruang lingkup lingkup untuk: aset tetap diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual sesuai dengan PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang dimiliki untuk dijual dan operasi yang dihentikan pengakuan dan pengukuran aset eksplorasi dan evaluasi (Lihat PSAK 64: Aktivitas Eksplorasi dan Evaluasi Pada Pertambangan Sumber Daya Mineral)

PSAK 16 (revisi 2007) Hanya mengatur pengecualian ruang lingkup untuk untuk hak penambangan dan reservasi tambang, seperti minyak, gas alam, dan sumber daya alam sejenis yang tidak dapat diperbarui.

Ruang lingkup

Tidak mengatur lagi mengenai Ruang lingkup mencakup properti investasi yang sedang properti yang dibangun dibangun atau dikembangkan. atau dikembangkan untuk digunakan di masa depan sebagai properti investasi.

Hibah Pemerintah

Tidak mengatur syarat pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah. Hanya mengatur nilai tercatat aset tetap yang dapat dikurangi dari hibah pemerintah.

Depresiasi atas tanah

Hari/Tanggal : Rabu, 21 Februari 2018 Waktu : 08.00 - 16.00 WIB Tempat : Auditorium Universitas Gunadarma Kampus D Gedung 4 Lantai 6, Jalan Margonda Raya, no. 100, Depok

More Information

Laporan Keuangan Tidak dijelaskan. Interimlengkap atau Laporan Keuangan Interim ringkas.

Perihal

Adapun kegiatan ini diselenggarakan pada :

Pendaftaran akan ditutup jika kuota sudah terpenuhi

terkait Tidak dijelaskan. Keuangan

Beban yang beraturan

Memperkenalkan teknologi 3D Printing dalam rangka penguatan tridharma perguruan tinggi UG Memberikan workshop pegantar ke teknologi 3D Printing Peluncuran produk printer 3D hasil karya mahasiswa UG UG3D-1 (Universitas Gunadarma 3DPrinting version 1.0)

Silahkan mendaftarkan diri, klik PENDAFTARAN

Isi Laporan Interim

Komponen Laporan Interim

Program Studi S2 Teknik Mesin Universitas Gunadarma akan mengadakan kegiatan Seminar, Workshop & Pameran 3D Printing Technology Opportunities & Challenges. Kegiatan ini bertujuan untuk :

Pengakuan aset tetap yang berasal dari hibah pemerintah mempunyai syarat bahwa: entitas telah memenuhi kondisi atau prasyarat hibah tersebut; hibah akan diperoleh. Aset tetap yang tersedia untuk dijual

Pengaturan aset tetap yang tersedia untuk dijual dihapus karena sudah diatur dalam PSAK 58 (revisi 2009): Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan.

Mengatur perlakuan akuntansi terhadap suatu aset tetap yang tersedia untuk dijual.

Menjelaskan bahwa pada umumnya tanah memiliki umur ekonomis tidak terbatas sehingga tidak disusutkan, kecuali entitas meyakini umur ekonomis tanah terbatas.Perlakuan akuntansi tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada ISAK 25: Hak Atas Tanah

Perlakuan akuntansi untuk tanah yang diperoleh dengan Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan dan lainnya mengacu pada PSAK 47:Tanah.

Persyaratan: - Mahasiswa tingkat akhir dengan IPK terakhir min. 2.75. - Dapat mengoperasikan komputer dengan baik dan terbiasa menggunakan internet - Tidak sedang terdaftar sebagai Asisten Laboratorium ataupun Monitoring di Universitas Gunadarma. - Berpenampilan menarik dan mempunyai motivasi serta integritas yang tinggi. - Mampu bekerja dalam tim dan mampu berkomunikasi dengan baik - Bersedia di tempatkan di semua lokasi kampus Universitas Gunadarma (Depok, Kelapa Dua, Salemba, Kalimalang, Cengkareng, Karawaci) Lamaran ditujukan kepada Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru 2018 Kampus Depok Margonda (D) dan diserahkan ke Sektor Gd.2 Lt.2, disertakan dgn berkas-berkas: 1. Daftar Riwayat Hidup 2. Surat Lamaran (cantumkan NPM dan kelas) 3. Foto berwarna 4x6 sebanyak 1 Lembar. 4. Rangkuman nilai terakhir. Waktu pendaftaran: Senin - Jumat (10.00 - 16.00) Sabtu (10.00 - 12.00) Batas akhir pendaftaran: 9 Desember 2017 Note: bagi mahasiswa kalimalang mengumpulkan lamaran di counter pendaftaran di J1 (ke Pak Irfan A.) Open Recruitment : Asisten Lab. Pengembangan Pasar Modal LPPM LePMA adalah Laboratorium yang menyelenggarakan kursus dan workshop wajib dalam bidang pasar modal sebagai syarat sidang sarjana. Berlokasi di Kampus D Universitas Gunadarma, gedung 4 lantai 5. LPPM LePMA membuka kesempatan bagi mahasiswa Universitas Gunadarma untuk bergabung bersama kami sebagai Asisten Pengajar dan Asisten Teknis Komputer. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan berikut: http://bit.ly/asistenlppm Batas pendaftaran adalah 24 November 2017. Pertanyaan dapat diajukan ke Bapak Rizaldy ([email protected]). Terima Kasih Info Magang Arsitek Yayasan Ricci yang berkarya dalam dunia pendidikan tingkat TK s/d SMA, sedang memiliki program pengembangan fasilitas pendidikan. Sehubungan dengan hal tersebut Yayasan Ricci membuka kesempatan bagi Mahasiswa/i Fakultas Arsitektur untuk MAGANG SEBAGAI ARSITEK (Part Time) dalam program tersebut. Kirimkan lamaran dan CV ke : Divisi SDM - Yayasan Ricci Jl. Kemenangan III / 47, Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat 11120 email: [email protected]

GUNADARMA ejournal elearning library ocw openstorage repository staffsite studentsite UG Communtiy UG E-Paper ugpedia wartawarga

MENGENAI SAYA

Odelia

2.4.1. Perbedaan ED PSAK 16 (revisi 2011) dan IAS 16 (2009) ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap mengadopsi seluruh pengaturan dalam IAS 16Property, Plant, and Equipment per Januari 2009, kecuali untuk hal-hal sebagai berikut: ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap paragraf 03 mengenai ruang lingkup dimana untuk aset biologik terkait aktivitas agrikultur termasuk dalam ruang lingkup PSAK 16 (revisi 2011). Hal ini berbeda dengan pengaturan yang ada dalam IAS 16Property, Plant and Equipment paragraf 3 dimana aset biologik terkait aktivitas agrikultur dikecualikan dalam ruang lingkup. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap memberikan tambahan pada paragraf 43 mengenai perubahan kebijakan akuntansi dari model biaya ke model revaluasi yang tidak ada pengaturannya dalam IAS 16. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap tidak mengadopsi pengaturan dalam IAS 16 paragraf 80 mengenai ketentuan transisi karena tidak relevan. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap memberikan ketentuan transisi pada paragraf 82 yang tidak ada dalam IAS 16. ED PSAK 16 (revisi 2011): Aset Tetap tidak mengadopsi pengaturan dalam IAS 16 paragraf 81, 81 A – F mengenai tanggal efektif karena tidak relevan. IAS 16 Property, Plant and Equipment paragraf 68A mengenai penghentian pengakuan menjadi paragraf 69 pada ED PSAK 16 (revisi 2011) dan nomor paragraf selanjutnya disesuaikan.

BAB III KESIMPULAN

Indonesia memutuskan untuk berkiblat pada standar pelaporan keuangan internasional atau IFRS. Konvergensi akuntansi Indonesia (PSAK) ke IFRS sangat perlu didukung agar Indonesia mendapatkan pengakuan maksimal. Pengakuan maksimal ini didapat dari komunitas internasional yang sudah lama menganut standar ini. Mengapa harus mengadopsi IFRS? Karena dengan mengadopsi IFRS, Indonesia akan mendapatkan manfaat dari meningkatnya kredibilitas pasar modal Indonesia di mata investor global, meluasnya pasar investasi lintas batas negara dan meningkatkan efisiensi alokasi modal. Teknologi informasi yang berkembang pesat juga telah mengubah lingkungan pelaporan keuangan. Kemajuan ini membawa antusiasme jutaan investor (bahkan milyaran) ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia, misalnya investor dari America bisa dengan mudah berinvestasi di Eropa/ di Singapore/ bahkan di Indonesia. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas IFRS akan melindungi investor dalam negeri, karena dengan penerapan standar internasional akan meningkatkan kepercayaan internasional untuk investasi di indonesia. Nah, menurut pandangan penulis, berdasarkan studi komparatif, terdapat 14 titik perbedaan antara PSAK 1 tahun 1998 dan 2009. Beberapa tanggapan atas PSAK 1 (2009) yang penulis sajikan adalah dari 5 menjadi 6 laporan keuangan, perubahan istilah akuntansi yang baru, dinamika IFRS dan auditing, perubahan klasifikasi aset, penghapusan pos-pos luar biasa, dan waktu penerbitan laporan keuangan. Untuk PSAK 3 tahun 1994 dan 2010, penulis menemukan 10 titik perbedaan, diantaranya perihal ruang lingkup, isi, format, dan komponen minimal laporan keuangan interim, periode, pendapatan, dan beban. Untuk PSAK 16 tahun 2007 dan 2011 terdapat 5 titik perbedaan, diantaranya perihal pengecualian terhadap ruang lingkup, hibah pemerintah, aset tetap yang tersedia untuk dijual, dan depresiasi atas tanah. Perubahan yang dibawa IFRS ini merupakan penyempurnaan standar global yang tidak mengubah dasar-dasar akuntansi selama ini.

DAFTAR PUSTAKA http://www.sai.ugm.ac.id/site/images/pdf/ifrs.pdf http://yuliarahmiaccountingunand08.blogspot.com/2011/04/penyajian-laporankeuangan.html#!/2011/04/penyajian-laporan-keuangan.html Ikatan Akuntan Indonesia. 2009. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Penyajian Laporan Keuangan (PSAK No. 1). Jakarta: Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2010. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Laporan Keuangan Interim (PSAK No. 3). Jakarta: Salemba Empat. Ikatan Akuntan Indonesia. 2011. Exposure Draft Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Aset Tetap (PSAK No. 16). Jakarta: Salemba Empat.

Diposting oleh Odelia di 7/01/2014 08:21:00 AM

Beranda

Dengan adanya berbagai macam kegiatan di Universitas Gunadarma, maka kami mengajak para mahasiswa yang belum bekerja untuk dapat berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan tersebut (part time).

Postingan Lama

Langganan: Postingan (Atom)

THX

MyNiceProfile.com

Tema Jendela Gambar. Diberdayakan oleh Blogger.

No comment... ^^ Lihat profil lengkapku PENGIKUT

Loading...

Welcome ^^

More Next Blog» Create Blog Sign In Welcome ^^ Create your own at MyNiceProfile.com SENIN, 08 SEPTEMBER 2014 CLOCKLINK Perbedaan Akuntansi Nasiona...

368KB Sizes 7 Downloads 44 Views

Recommend Documents

No documents